
Tuban, NEODEMOKRASI.COM – Bencana angin puting beliung dan kebakaran lahan pernah terjadi SMAN 5 Tuban. Berangkat dari kondisi tersebut, sekolah yang berada di Kecamatan Semanding ini mendapat pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diadakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
Kepala SMAN 5 Tuban Abdul Aziz bercerita bahwa sekolahnya pernah terjadi kebakaran lahan pada 11 September 2023. “Kebetulan lokasinya di depan sekolah kita terjadi kebakaran. Kejadian ini membuat warga sekolah panik karena lokasinya berdekatan. Sedangkan pada Desember 2025 pernah terjadi angin puting beliung. Papan nama sekiolah kita kena ambrukan pohon,” beber Abdul Aziz, Kamis (22/10).
SPAB digelar dengan mendatangkan fasilitator dari Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur. Mereka adalah Dini Prastyo Wijayanti, Rizki Daniarto, dan Arif Fauzi. Pelatihan diadakan dua hari, Kamis dan Jumat (22-23/10).
Sedangkan anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Aulia Hany Mustikasari yang membuka acara ini mengatakan, beberapa kawasan di Tuban terjadi kekeringan. Oleh karena itu, diperlukan dropping air bersih karena warga terdampak mengalami kekurangan air bersih.
“Saya juga menegaskan bahwa tidak semua sekolah cukup peduli terhadap kebencanaan. Namun dengan adanya Program SPAB ini, SMAN 5 Tuban beruntung, karena tidak semua sekolah dapat kesempatan mendapatkan pelatihan ini,” kata Aulia Hany Mustikasari.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jawa Timur Deni Kiki Melia Tamara Deni Kiki Melia Tamara mengungkapkan, sumber daya manusia yang terlatih sangat membantu dalam menghadapi bencana.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Tuban Sudarmaji berterima kasih kepada Aulia Hany Mustikasari yang memberikan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Jawa Timur ke SMAN 5 Tuban. “Ini harus disyukuri karena tidak semua sekolah di Tuban mendapatkan program seperti ini,” imbuhnya.
Sudarmaji juga mengungkapkan bahwa bencana datang selalu tiba-tiba. “Di Tuban ada 15 ancaman bencana karena banjir bandang dan banjir luapan dibedakan. Kalau mau tiap tahun mengadakan simulasi dengan BPBD, kami siap. Yang jelas kita tidak ingin ada bencana, tapi jika ada bencana kita siap,” katanya.(dan)
