Neo-Demokrasi
Headline JalanJajan Kesra

Wisdamcil Rumah Om Firman, Wahana Edukasi untuk Anak PAUD hingga SD

Wali Kota Eri Cahyadi meresmikan wisata edukasi pemadam cilik (Wisdamcil) Rumah Om Firman (Fireman) di kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP).

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya meresmikan wisata edukasi pemadam cilik (Wisdamcil) Rumah Om Firman (Fireman) di kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Senin (11/5). Wisata edukasi itu diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani.

Peresmian tersebut turut diikuti oleh jajaran kepala perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemkot Surabaya. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga menghadirkan anak-anak PAUD di wilayah Kecamatan Krembangan.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, rumah edukasi Om Firman ini sebagai tempat untuk pengembangan diri anak-anak di Kota Surabaya. Khususnya adalah anak-anak yang duduk di bangku PAUD dan sekolah dasar (SD).

“Jadi di Surabaya ini, agar anak-anak PAUD itu bisa mengembangkan dirinya bisa datang ke beberapa kantor PD. Nah, salah satunya di pemadam kebakaran,” kata Eri.

Eri mengungkapkan, permintaan wisata edukasi di DPKP mencapai 25.000 kunjungan dalam setahun terakhir. Banyaknya permintaan tersebut, akhirnya pemkot melalui DPKP berinisiatif membuka wisata edukasi gratis khusus anak-anak PAUD hingga SD tersebut. “Karena di damkar ini 25.000 peminatnya banyak, maka kami buka edukasi Rumah Om Firman. Om Firman ini identiknya Fireman atau Petugas Pemadam Kebakaran,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menyebutkan, di Rumah Om Firman anak-anak akan diberi sejumlah edukasi mengenai peran dan tugas seorang pemadam kebakaran. Tidak hanya itu, anak-anak yang berkunjung juga diberi pengetahuan soal cara memadamkan api dan benda-benda berbahaya yang dapat menyebabkan kebakaran.

“Di situ ada edukasi, misal kalau ada mobil pemadam kebakaran harus minggir dahulu, kalau ada colokan listrik yang tidak terpakai harus dicabut, kalau pergi kipas angin harus dimatikan, itu mengedukasi. Ketika masuk ke sini, maka (mereka) menggunakan baju damkar yang kita siapkan, sehingga ketika berada di sini mereka juga praktik (simulasi) bagaimana memadamkan api,” papar Cak Eri.

Bukan itu saja, Cak Eri menambahkan, di wisata edukasi ini anak-anak akan diberi kesempatan merasakan secara langsung berkendara menggunakan mobil pemadam kebakaran yang sudah direstorasi ulang yang ramah anak. “Dalam satu mobil itu mereka (anak-anak) ikut keliling menggunakan mobil pemadam kebakaran yang sudah kita perbaiki. Agar anak-anak bisa merasakan (berkendara mobil) pemadam kebakaran secara langsung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani mengatakan, Rumah Om Firman adalah tempat edukasi untuk anak-anak bagaimana mencegah kebakaran yang dimulai sejak dini. Rumah Om Firman dapat dikunjungi oleh anak-anak mulai dari tingkat PAUD hingga SD.

Rini menyampaikan, wisata edukasi ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Saat itu, anak-anak ditempatkan di aula kantor DPKP Kota Surabaya. Kini, pemkot melalui DPKP telah menyediakan ruangan khusus yang lebih nyaman dan tentunya lebih aman bagi anak-anak.

“Jadi di dalam ruangan itu anak-anak kita berikan sosialisasi dan pengenalan profesi pemadam kebakaran itu seperti apa, dan tugasnya apa. Kemudian kita juga mengajak anak-anak untuk bermain juga, setelah itu juga kita ajak keliling naik mobil pemadam kebakaran,” jelas Rini.

Selain ruangan khusus, DPKP juga menyiapkan fasilitas edukasi penunjang lainnya, mulai dari materi edukasi menggunakan video juga ada alat permainan yang menyerupai nozzle sprayer untuk memadam api mainan. “Ada pengenalan alat-alatnya juga, termasuk sarana dan prasarana apa saja yang dipakai untuk petugas pemadam kebakaran. Mulai dari bajunya, alatnya, selang, dan sebagainya,” papar Rini.

Rini menyebutkan, layanan edukasi ini dibuka setiap hari. Untuk pendaftarannya, setiap sekolah bisa mengirimkan surat atau melalui Graha Bunda PAUD Kota Surabaya. “Kita juga ada pengenalan alat yang dikenalkan langsung oleh teman-teman DPKP, peralatan mulai dari ujung rambut hingga kaki. Dan ini tidak berbayar,” tandasnya. (dan)

Related posts

Pendaftaran SKM Ditutup, ITS Masih Buka Jalur IUP dan Vokasi

neodemokrasi

Semen Indonesia Bantu 200 Zak Semen Bagi Korban Banjir di Batu

Rizki

Eks Pegawai Dishub Tersangka Penipuan UMKM Benowo

Rizki