Neo-Demokrasi
Gaya Hidup Headline Umum

Empathy School Ubud Gelar Sosialisasi Kebencanaan dan Transect Walk

Kegiatan sosialisasi kebencanaaan di Empathy School Ubud.

Ubud, NEODEMOKRASI.COM – Empathy School Bali menggelar kegiatan edukasi dan mitigasi bencana, Jumat (23/10) di Ubud. Kegiatan ini diikuti para peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, serta orang tua siswa.

Keunikan dari kegiatan ini terletak pada pesertanya. Mayoritas siswa dan orang tua peserta merupakan warga negara asing (WNA). Mereka memilih Indonesia sebagai tempat untuk menempuh pendidikan berbasis alam (sekolah alam).

Sosialisasi ini terselenggara berkat kolaborasi strategis antara empat lembaga. Yaitu Empathy School sebagai tuan rumah dan penyelenggara, Bali Safety Academy (BSA), BMKG Wilayah III Denpasar, dan Servvo.

Selain mendapatkan pembekalan materi teori langkah-langkah mitigasi dan pengurangan risiko bencana, para siswa juga berkesempatan mempraktikkan langsung ilmu mereka melalui metode transect walk. Dalam sesi ini, mereka mengitari seluruh lingkungan luar sekolah. Mereka melakukan identifikasi awal serta menilai potensi ancaman bencana yang ada di sekitar area belajar yang menyatu dengan alam.

“Setelah kegiatan transect walk, siswa memberikan presentasi. Hasil tersebut dijadikan sebagai rujukan dalam membuat Rencana Aksi Sekolah (RAS). Mereka juga dilatih menggunakan alat pemadam api ringan (APAR),” ungkap Yan Aditya Putra dari Bali Safety Academy.

Acara yang berlangsung dari pagi hingga selesai ini mendapat respon yang luar biasa. Para siswa dan orang tua WNA menunjukkan ketertarikan yang tinggi, penuh semangat, dan mengikuti setiap sesi dengan interaktif. Setelah rangkaian acara resmi berakhir, mereka mengaku sangat senang dan berharap durasi pelatihan serupa bisa berjalan lebih lama lagi di masa mendatang.

Sedangkan Oktav, narasumber dari Bali Safety Academy mengatakan, membangun budaya sadar bencana dapat dimulai sejak dini dan dari lingkungan terkecil seperti keluarga. “Ini merupakan respon yang luar biasa dimana orang tua turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Melalui sinergi ini, sekolah alam tidak hanya menjadi ruang bagi ekspresi kecerdasan emosional dan akademik anak, tetapi juga sekaligus membentuk lingkungan belajar yang aman, adaptif, serta tangguh terhadap potensi bencana.(dan)

 

Related posts

Lapas Mulai Tahap Rehabilitasi Sosial Napi Pecandu Narkoba

Rizki

Kuota Beasiswa SMA-SMK Swasta di Jatim Lampaui Target

Rizki

Mie Gragas Jadi Sasaran Pecinta Mie di Sidoarjo

Rizki