
Hong Kong, NEODEMOKRASI.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung pelaksanaan East Java Trade and Investment Forum 2026 atau Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Regal Hotel Hong Kong, Kamis (23/7). Misi dagang tersebut berhasil mencatatkan kesepakatan transaksi final senilai Rp12.038.159.976.541.
Berbagai komoditas unggulan Jawa Timur yang berhasil diperdagangkan dalam forum bisnis tersebut. Meliputi perhiasan emas, produk perikanan, tisu, rokok, tembakau, turunan crude palm oil (CPO) , alas kaki, kopi, bahan kimia organik, produk tembaga, sarang walet, charcoal, dessicated coconut, kosmetik, serta aneka produk makanan seperti makanan ringan, permen, sambal, bumbu dan cokelat.
Acara yang berlangsung di Regal Hotel Hong Kong itu diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, jajaran Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, pelaku usaha Jawa Timur, calon buyer, serta investor dari Hong Kong.
Misi Dagang dan Investasi Pemprov Jawa Timur di Hong Kong ini menjadi penyelenggaraan yang kedua kalinya. Setelah sebelumnya juga sukses dengan nilai transaksi tembus Rp1,1 triliun pada Mei 2023 lalu.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan forum tersebut menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk-produk unggulan Jawa Timur. Sekaligus mengukuhkan posisi provinsi ini sebagai salah satu motor penggerak perdagangan nasional.
“Hong Kong merupakan salah satu mitra dagang strategis Jawa Timur. Tingginya permintaan terhadap berbagai produk unggulan Jatim membuktikan bahwa kualitas produk daerah kita mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, Hong Kong memiliki posisi yang sangat penting sebagai pusat perdagangan, logistik, dan keuangan dunia sehingga menjadi gerbang strategis bagi produk-produk Jawa Timur untuk menembus pasar global.
Maka, pelaksanaan misi dagang tidak hanya ditujukan meningkatkan nilai transaksi perdagangan, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperluas jaringan bisnis internasional, memperkuat rantai pasok global, hingga mendorong alih teknologi yang akan meningkatkan daya saing industri di Jawa Timur.
“Kami terus membangun kemitraan dan jejaring internasional. Kolaborasi dengan investor maupun pelaku usaha di Hong Kong merupakan langkah strategis untuk membuka akses pasar global bagi produk-produk unggulan Jawa Timur,” ungkapnya.(dan)
