Neo-Demokrasi
Headline Politik Pemerintahan Umum

Pemkot Surabaya Genjot Normalisasi Saluran Skala Besar

Normalisasi saluran di sejumlah tempat.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya menunjukkan keseriusan penuh dalam mempersiapkan kota menghadapi musim hujan. Keseriusan ini diwujudkan melalui berbagai upaya komprehensif, mulai dari normalisasi saluran hingga pemeliharaan infrastruktur vital.

Secara intensif, Pemkot Surabaya telah menuntaskan program pemeliharaan dan normalisasi saluran utama di seluruh kota. Program ini didukung dengan peningkatan kesiapan infrastruktur penanggulangan banjir untuk meminimalkan potensi banjir dan genangan.

Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya Windo Gusman Prasetyo menjelaskan bahwa seluruh kegiatan difokuskan pada upaya pencegahan sejak dini, khususnya selama musim kemarau lalu.

“Secara pengelolaan drainase, kami telah memaksimalkan upaya pemeliharaan. Kegiatan utama kami adalah normalisasi sedimen skala besar. Termasuk penanganan eceng gondok dan endapan lumpur. Ini merupakan upaya kolaboratif lintas sektor yang kuat, melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Dinas Pekerjaan Umum provinsi, karena banyak saluran utama yang saling terhubung,” jelas Windo, Senin (20/10).

Windo menegaskan, pengerjaan fisik, termasuk normalisasi saluran, dilakukan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan difokuskan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan genangan segera.

“Fokus utama kami adalah mengembalikan kapasitas daya tampung air di saluran. Setelah proses normalisasi yang efektif membersihkan sedimen lumpur dan sampah, yang terjadi adalah pengembalian kapasitas saluran ke kondisi optimalnya, yang secara signifikan akan meningkatkan kemampuan saluran dalam menerima debit air hujan,” tegasnya.

Meskipun diakui tantangan kebutuhan alat berat cukup besar, DSDABM tetap memprioritaskan saluran dengan dampak strategis tinggi. Sejumlah saluran primer dan sekunder yang menjadi fokus pengerjaan utama. Dintara lain saluran Avour Wonorejo, Kebon Agung, Pegirian, Kali Tebu, dan kawasan Semolowaru.

Kesiapan infrastruktur penunjang juga menjadi perhatian utama. Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) DSDABM telah menjalankan evaluasi dan identifikasi menyeluruh terhadap kinerja rumah pompa dan bozem.

“Kami pastikan seluruh fungsi pompa banjir berjalan optimal. Pengecekan kondisi genset juga rutin dilakukan untuk memastikan operasional pompa tidak terganggu saat terjadi pemadaman listrik. Kegiatan perbaikan dan pemeliharaan ini adalah agenda rutin yang kami lakukan sebagai bagian integral dari kesiapan menghadapi curah hujan tinggi,” imbuhnya.

Windo menerangkan bahwa DSDABM telah mengidentifikasi titik-titik yang memerlukan perhatian serius, dimana kerawanan genangan masih terdistribusi merata di beberapa wilayah. Termasuk kawasan utara seperti Simorejosari, Simohilir, Petemon, Krembangan, dan Kalianak, timur di Medokan Ayu dan Semolowaru, serta barat di Tengger. Meskipun demikian, upaya penanggulangan terus diintensifkan, seiring dengan evaluasi mendalam terhadap efektivitas infrastruktur yang telah terbangun

Windo menekankan bahwa penanggulangan banjir adalah upaya kolektif. Selain itu, DSDABM juga terus memaksimalkan seluruh rencana strategis dan pemeliharaan rutin yang telah terjadwalkan. Untuk memastikan penanganan insiden yang responsif, DSDABM telah menyiagakan Satuan Tugas Unit Reaksi Cepat (URC) di setiap wilayah, yang siap bergerak 24 jam untuk perbaikan dan penanggulangan genangan.(dan)

 

Related posts

Kapolresta Sidoarjo Tinjau Vaksinasi Booster di Kampung Ramadan

Rizki

KBI Catat Laba Bersih Meningkat 31 Persen

Rizki

Bank Jatim Serahkan CSR Taman Benteng Pancasila

Rizki