Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Asosiasi Perhotelan akan Sanksi Hotel Tempat Pesta Gay Massal

Para gay yang ditangkap polisi dalam operasi gabungan.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Dwi Cahyono angkat bicara soal penggerebekan pesta gay di Midtown Residence, Minggu dini hari (19/10). Sebanyak 34 pria ditangkap dalam operasi gabungan Polsek Wonokromo dengan Polrestabes Surabaya.

Pihaknya menyayangkan peristiwa yang terjadi di Midtown Residence. Menurutnya, seharusnya SOP perhotelan wajib dijalankan. Namun ternyata ada keteledoran.

“Saya juga kaget tentang peristiwa kemarin. Sebenarnya Midtown Residence itu telah masuk ke asosiasi PHRI. Sejak tahun 2019 atau saat adanya Covid-19, kami bersama-sama telah melakukan beberapa kali penerapan tentang standar operasional. Mulai dari seleksi kesehatan dan pengunjung  hotel. Namun ini kok kebobolan,” ujar Dwi Cahyono, Selasa (21/10).

Untuk langkah selanjutnya setelah adanya peristiwa tersebut, maka pada Rabu (22/10) akan diadakan pertemuan dengan beberapa pihak pengelola hotel di Surabaya, khususnya Midtown Residence. “Hal ini guna membahas penekanan tentang standar oprasional. Kami dari pihak PHRI akan memberikan teguran kepada hotel tersebut,” tutup Dwi Cahyono.

Polisi menemukan 34 pria yang sedang telanjang di satu kamar nomor 1602 lantai 16.  Sehingga menjadi pertanyaan tidak mungkin satu kamar ditempati oleh 34 pria. Sehingga muncul dugaan kamar di lantai 16 tersebut terdapat connecting door atau pintu khusus untuk menuju kamar lain.

Sementara, saat mencoba menghubungi GEA alias GG selaku Manajer PR  Midtown Residence, terkait SOP  untuk tamu atau pengunjung yang menginap di hotel tersebut, pihaknya tidak berkenan memberikan keterangan.

Sedangkan salah seorang warga sekitar lokasi bernama Rifki (30), karyawan showroom mobil di parkiran lantai G memberikan keterangan. “Jadi pada Sabtu siang hari ada kecurigaan bahwa parkiran hotel Midtown lantai G dan sisi depan penuh dengan mobil mewah. Sedangkan di parkiran showroom saya sini sepi. Biasanya gak pernah seperti itu. Seramai acara di Midtown tetap parkirannya rata,” ujarnya, Selasa (21/10).

Sementara, polisi mengungkap fakta mengejutkan. Polisi menemukan kegiatan serupa telah berulang kali digelar oleh kelompok yang sama. Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Octavianus Eddie Mamoto, mengatakan pihaknya sedang mendalami peran masing-masing dari 34 orang yang diamankan.

“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kegiatan ini sudah dilakukan lebih dari satu kali. Selang waktunya cukup lama, jadi bukan baru sekali,” kata Eddie, Selasa (21/10).

Menurut Eddie, polisi masih berhati-hati dalam menetapkan status hukum para peserta. Penyidik kini fokus memeriksa sejumlah pihak yang diduga sebagai admin atau pengelola acara. “Kami masih mendalami siapa yang menjadi penggerak utama dan bagaimana jaringan komunikasi mereka. Pemeriksaan dilakukan secara hati-hati untuk memastikan peran masing-masing,” ujar Eddie.(dan)

 

 

Related posts

Anggota DPRD Jatim: Dibukanya Jalur Pacet-Cangar Pulihkan Ekonomi

Rizki

Smarfren Business Hadirkan Layanan Teknologi untuk Kemajuan Bisnis

Rizki

Belasan Pesilat Berbagai Perguruan Ditangkap Polresta Sidoarjo

Rizki