Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Utang Pembangunan Kopdes Merah Putih (KDMP) Sebesar Rp37,7 triliun yangJjatuh Tempo Dipastikan Terbayar.

H M Nasich Aschall, ketua Fraksi Nasdem DPRD Jatim

Surabaya.NEO DEMON KRASI.COM –Tagihan pertama utang pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebesar Rp37,7 triliun telah jatuh tempo pada 25 September 2026 dan dipastikan lunas dibayar melalui APBN 2026.

Utang yang ditanggung untuk pembangunan Kopdes Merah Putih sebesarv Rp37 T dan sudah Jatuh Tempo pada 25 September 2026, dipastikan bisa dibayar, namun sampai akhir bulan ini belum ada kejelasan terkait pembayaran tersebut.

Di lain pihak, Menkeu Suahasil Nazara mengatakan bahwa anggaran Rp37 triliun untuk utang proyek Koperasi Desa Merah Putih siap dibayar dari APBN.

Seperti diketahui, total pembiayaan utang Kopdes Merah Putih diperkirakan mencapai Rp 240 triliun dengan jumlah tagihan pertama yang jatuh tempo sebesar Rp 37 triliun pada September 2026

Menurut Nasich Aschall anggota Komisi C DPRD Jatim upaya pelunasan utang ini juga berkesinambungan dengan bagaimana mengaktifkan koperasi itu sendiri.

“Iya. Karena 70%  kopdes itu belum beroperasi  hanya pembangunan-pembangunan saja, pendirian saja.  kita mendorong kepada pemerintah pusat agar selain tanggungan hutang yang juga harus diselesaikan adalah bahwa untuk mengaktifkan kooperasi itu kan juga butuh modal.” ujarnya.

” Saya kira di hampir di semua desa hari ini kalau mereka kemudian dibebankan untuk bagaimana mencari modal ini saya kira juga menjadi beban. Walau memang kooperasi desa ini adalah Kooperasi Merah Putih adalah program prioritas presiden Seyogianya saya kira program ini dilakukan yang namanya supervisi dan sekaligus percepatan agar setiap persoalan yang menyakut Koperasi Merah  Putih ini itu bisa dituntaskan dengan baik. Kalau kita mengingat jumlah utang yang harus dipenuhi itu kan total sampai bulan ini ilyang jatuh tempo bulan ini 38T. Nah ini belum termasuk modal, bagaimana ini hanya masalah pendirian saja belum clear ini, bagaimana dengan modal nanti, itu kan lebih besar dari jumlah pembangunan. ” ujar ketua Fraksi Nasdem DPRD Jatim ini.

“Ya sekali lagi bahwa ketika ini dikatakan menjadi program prioritas presiden . Maka ya kita harus mengatakan bahwa setiap persoalan yang muncul dari program prioritas ini ya tentu harus Segera diatasi dengan Secepat mungkin Kenapa? Karena judulnya prioritas Judulnya prioritas Bahwa Kemudian Ketika program prioritas ini Misalkan tidak diwujudkan dalam aksi-aksi yang riell, ya kita khawatir justru malah ini tidak berbanding lurus dengan apa yang kemudian dipersepsikan oleh masyarakat. harapan masyarakat terhadap program baik ini kemudian tidak melahirkan kekecewaan tidak melahirkan kekhawatiran ya kita dorong supaya ini bisa dilakukan.” tambahnya.

“Tentu, itu juga dinamika tentang bagaimana pengelolaan keuangan yang kemudian hari ini berpindah dari sebelumnya. Tentu kita pahami bahwa disitu harus ada penyesuaian-penyesuaian, disitu harus ada evaluasi ulang terhadap. segala program prioritas tapi lagi-lagi kita juga harus mengingatkan bahwa waktu itu menjadi sangat penting Iya, iya. Waktu itu menjadi sangat penting untuk kemudian peralihan ini. ya Kalau kemudian-kemudian bisa di Apa namanya diselesaikan dengan cepat saya kira yang kemudian kita khawatirkan turunnya trush masyarakat pada pemerintah itu tidak terjadi Trend positif tentu ya, ini yang menjadi sesuatu yang kita harapkan, bahwa pembangunan di bawah kepemimpinan Pak Prabobo ini benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan oleh beliau dan juga apa yang menjadi harapan masyarakat. ” paparnya.

Lebih jauh disampaikannya bahwa mengingat deadline nya karena ini adaalah instruksi presiden. Sehingga bagaimana kemudian mendorong agar instruksi presiden itu betul-betul dilihat dan dimaknai sebagai sebuah tanggung jawab terutama tanggung jawab moral.

l”Ya beliau sebagai seorang presiden kepada masyarakat dan warga negara Karena menurut jumlahnya kan tidak kecil, Pak, 38T itu. Iya, Tapi yakin bahwa ini pasti terbayar sesuai.

” Ya Pak Presiden kan dibantu oleh menteri-menterinya yang handal Dan bagaimana kebenaran menteri kabinet ini bisa saling mensupport satu dengan yang lain perubahan ya itu tadi dari Menteri Keuangan juga yang hari ini juga sudah berubah, saya kira itu kita harus respon secara positif untuk kemudian mereka bisa bekerja dengan nyaman nyaman mereka bisa bekerja dengan tenang dan ya lagi-lagi tuntutannya adalah perkembangan Pak,

 

“Mana yang menjadi priorotad kedua dan ketiga. “Saya kira itu sudah diatur kebijakannya oleh pusat bahwa presiden dengan bawahan-bawahannya sudah melakukan koordinasi dengan DPR RI, dengan MPR RI. Saya kira semua itu kalau mau dikatakan sudah dalam perencanaan yang baik. Sampai hari ini kita melihatnya semuanya memberikan respon dan tanggapan positif. Maka ya kita makna itu adalah sesuatu yang positif. “pungkasnya.(Nora)

Related posts

Ketua DPRD Provinsi Jatim Terima IHPD dari BPK RI Perwakilan Jatim

neodemokrasi

Perwali Anti-Gratifikasi Terbit

Rizki

Pemkot Surabaya Gelar Doa Bersama

Rizki