
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya menutup gelaran Surabaya Rising Champion (SRC) 2026 di Gelora Pancasila, Surabaya, Minggu (1/11) malam. Ajang yang melibatkan puluhan cabang olahraga (cabor) ini menjadi bagian dari evaluasi dan penjaringan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan, SRC tahun ini diikuti 38 cabor dengan partisipasi atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur. Hasil pertandingan juga menunjukkan atlet Surabaya mampu mendominasi sejumlah cabor.
“Melalui Surabaya Rising Champion, kami bisa melihat sejauh mana kemampuan atlet Surabaya, sekaligus memetakan kekuatan daerah lain. Ini menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov 2027. Harapannya, target 250 medali emas untuk Surabaya bisa tercapai,” kata Herry.
Hasil kompetisi tersebut menjadi bahan evaluasi atlet yang masuk program Pemusatan Latihan Cabang (Puslatcab). Perkembangan performa selama latihan akan terus dipantau, termasuk kemungkinan pergantian atlet apabila tidak menunjukkan peningkatan.
“Atlet harus tetap bersemangat dan fokus menjalani latihan. Jangan hanya memikirkan juara satu, karena juara itu bonus. Yang terpenting adalah kemauan untuk berjuang dan terus meningkatkan kemampuan. Pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar mereka bisa tampil maksimal,” ujarnya.
Selain pembinaan atlet, Pemkot Surabaya juga mematangkan kesiapan venue Porprov 2027. Herry menyebut, KONI telah melakukan survei untuk mengidentifikasi fasilitas yang perlu diperbaiki. Pemkot juga berkoordinasi dengan perguruan tinggi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait penggunaan venue yang bukan aset pemerintah kota.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Surabaya Arderio Hukom mengapresiasi penyelenggaraan SRC 2026. Menurutnya, kompetisi ini memberikan kesempatan lebih banyak bagi atlet untuk mengasah kemampuan setelah menjalani Puslatcab sejak April 2026.
“Surabaya Rising Champion menjadi salah satu indikator untuk menyaring atlet yang dipersiapkan menuju Porprov. Semakin sering mereka bertanding, semakin banyak pengalaman yang didapat. Apalagi, bertanding di kota sendiri memiliki tekanan yang berbeda dibandingkan ketika bermain di luar daerah,” kata Arderio.(dan)
