Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Diduga Masalah Asmara, Pria Gantung Diri di Nginden

Petugas gabungan melakukan evakuasi korban gantung diri di Jalan Nginden Intan Timur.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Warga di Perumahan Nginden Intan Timur XVII, Surabaya, digegerkan oleh penemuan mayat seorang pria dalam kondisi membusuk dengan posisi gantung diri di dalam sebuah rumah nomor 41, Kamis, (24/9).

Berdasarkan identitas korban diketahui berinisial DNP (30). Pria asal Nganjuk yang merupakan mantan pegawai warung nasi pecel Mbak Nina bersama istri dan kedua orang tuanya.

Penemuan jenazah berawal dari laporan warga yang mencium bau busuk menyengat di rumah tersebut, adanya bau membusuk kemudian dilaporkan ke Command Center 112 Kota Surabaya sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat ditemukan, korban berada di ruang tamu dalam posisi tergantung dengan tali tampar warna hitam yang menjerat lehernya. Diduga, korban telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.

Berdasarkan keterangan dari Kholiyah (50) selaku tetangga rumah mengungkapkan bahwa korban baru terlihat mendiami rumah kontrakan kosong itu sekitar satu minggu terakhir dengan mengendarai sepeda motor.

Kholiyah menceritakan sebelum ditemukan tewas mengenaskan dengan gantung diri, korban sempat menunjukkan gelagat aneh dan terlibat perselisihan dengan seorang wanita, yaitu kekasihnya.

“Terakhir kelihatan itu Senin sore. Wajahnya terlihat seperti orang bingung. Waktu Senin pagi juga sempat sama wanita di halaman depan. Katanya mau diantar pulang ke kos di Surabaya Barat. Tapi siang harinya mereka kembali lagi boncengan naik motor sambil bercanda dan masuk ke dalam rumah,” ujar  Kholiyah.

Kholiyah menambahkan korban diketahui telah memiliki dua orang anak namun posisinya berada di Nganjuk. Korban juga baru menempati rumah tersebut seminggu terakhir. Setelah ada adu mulut dengan sang kekasih pada Senin siang,  pada Senin malamnya terlihat korban risau.

Sementara itu, Kapolsek Sukolilo AKP Yunus Kurniawan mengonfirmasi bahwa penemuan jenazah tersebut berdasar pada laporan masyarakat terkait adanya aroma tidak sedap yang menusuk hidung di sekitar perumahan.

“Korban ditemukan gantung diri di dalam rumah dengan leher terjerat tali tampar warna hitam. Diperkirakan korban sudah meninggal sekitar dua hari, terhitung sejak hari Selasa,” terang AKP Yunus Kurniawan.

AKP Yunus Kurniawan menambahkan, saat kejadian korban diketahui tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut. Dan dugaan bahwa korban bunuh diri terkait permasalahan asmara juga dibenarkan olehnya.

“Korban itu tinggal sendiri, dan dugaan sementara bunuh diri karena ada permasalahan asmara kemungkinan besar. Jadi info dari orang tua korban, kalau korban ini sudah cerai dan menjalin hubungan dengan orang Surabaya. Kemungkinan ada cekcok dengan kekasih tentang hubungan asmara. Namun hal itu belum terbukti. Kita masih memeriksa handphone milik korban,”  tutupnya.(dan)

 

Related posts

Rumah Terbakar, Dua Penghuni Jadi Korban

Rizki

Hyundai Stargazer Gelar Pameran di Kota Malang

Rizki

30 Prajurit Kima Brigif 2 Marinir Naik Pangkat

Rizki