
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya akan memperkuat edukasi bagi orang tua dan peserta didik pada tahun ajaran baru 2026-2027 melalui kerja sama dengan Densus 88 Antiteror (AT) Polri. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat perlindungan anak dari paparan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, khususnya di ruang digital.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi usai menerima penghargaan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penghargaan itu diserahkan oleh Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Jawa Timur Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Samsul Priasmoro, di ruang kerja Wali Kota, Balai Kota Surabaya, Rabu (8/7).
Ia menuturkan bahwa sinergi antara Pemkot Surabaya dan Densus 88 akan terus diperkuat melalui program edukasi yang menyasar sekolah, orang tua, dan peserta didik seiring dimulainya tahun ajaran baru. “Kami (Pemkot Surabaya) dengan Densus 88 akan terus bersinergi dan kebetulan ini (memasuki) tahun ajaran baru 2026-2027,” katanya.
Ia mengungkapkan telah menginstruksikan Dinas Pendidikan (Dispendik) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) untuk memfasilitasi kegiatan edukasi tersebut. “Saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan DP3APPKB untuk memberikan materi terutama kepada orang tua, kepada anak-anak,” ujarnya.
Menurutnya, materi edukasi akan disampaikan langsung oleh personel Densus 88 AT Polri. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak, termasuk penggunaan gawai.
“Nanti yang memberikan materi beliaunya (Densus 88), bagaimana terhadap anak, bagaimana mempelajari mungkin gawainya anak. Itu yang nanti akan disampaikan oleh beliau-beliaunya,” jelasnya.
Selain menyasar peserta didik, Eri menyebut bahwa program ini juga difokuskan kepada orang tua untuk memperkuat pola pengasuhan di lingkungan keluarga. “Jadi kami bersinergi (Densus 88) dengan memberikan materi-materi kepada orang tua dan masuk ke sekolah-sekolah,” katanya.
Melalui edukasi tersebut, Pemkot Surabaya berharap para orang tua semakin memahami pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan anak sebagai upaya mencegah berbagai pengaruh negatif.(dan)
