Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Pengungkapan Kasus 3C di Jajaran Polda Jatim Alami Kenaikan

Barang sitaan hasil kejahatan 3C dipajang di Polda Jatim.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Polda Jatim melalui Ditreskrimum merilis hasil pengungkapan tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) selama bulan Juni 2026. Ditreskrimsum Polda Jatim mengklaim terjadi peningkatan dalam pengungkapan dibandingkan dengan bulan Mei tahun yang sama.

Kenaikan ungkap kasus naik secara signifikan. Untuk bulan Mei 2026, kasus yang berhasil ditangkap berjumlah 264 kasus, dan pada bulan Juni 2026 angka ungkap naik menjadi 320 kasus.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, didampingi Wadir Reskrimum Polda Jatim AKBP Amir menjelaskan, peningkatan kasus ini merupakan implementasi dan arahan kapolda Jatim  agar seluruh jajaran meningkatkan intensitas penegakan hukum, khususnya 3C. “Ungkap kasus dalam bulan Juni ini, Polda Jatim dan polres jajaran mengalami kenaikan dalam pengungkapan kasus dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” jelas AKBP Amir, Selasa (30/6).

Dijelaskan kembali, keseluruhan pengungkapan tersebut, Ditreskrimum dan polres jajaran berhasil mengamankan 222 tersangka kriminal. Rinciannya meliputi 105 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 25 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), serta 66 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Barang bukti yang diamankan uang tunai Rp 28.156.000, 8 unit kendaraan roda empat, 86 unit roda dua, 1.891 gram emas, 84 unit HP, 15 senjata tajam, 1 ekor sapi, dan ekor kambing.

Sementara itu. Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Abaridi Jumhur menambahkan, terdapat pola kejahatan yang dilakukan para pelaku pencurian kendaraan bermotor. Diketahui sebelumnya pelaku lebih sering merusak rumah kunci atau kunci kontak kendaraan di lokasi kejadian. Saat ini mereka menggunakan modus yang lebih cepat dan terorganisasi. Pelaku disebut langsung mengangkat sepeda motor menggunakan kendaraan roda empat jenis minibus sebelum meninggalkan lokasi.

Cara tersebut dinilai lebih efektif bagi pelaku karena mempercepat proses pencurian. Sekaligus meminimalkan risiko diketahui warga maupun aparat yang sedang berpatroli. “Para pelaku bekerja saat ini tidak lagi merusak sistem kunci kendaraan. Namun langsung mengangkat sepeda motor menggunakan minibus dan diketahui beraksi berkelompok, sekitar empat orang dalam satu tim,” pungkas AKBP Abaridi Jumhur.(dan)

Related posts

Warga Kritisi Parkir Digital Diapresiasi Dishub

Rizki

Sopir dan Kondektur Bus di Bungurasih Dites Urine

Rizki

Ovo Kini Hadir di Seluruh E-Commerce Unicorn Indonesia

Rizki