
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Persebaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Kota Pahlawan. Komitmen itu kembali disampaikannya bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99 Persebaya yang mengusung semangat dan kampanye Persebaya untuk Semua.
Sehari sebelumnya, Rabu (17/6), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut hangat jajaran manajemen Persebaya di Ruang Kerja Wali Kota. Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Eri kembali menegaskan komitmen Pemkot Surabaya untuk terus mendukung Persebaya sebagai klub kebanggaan Kota Pahlawan sekaligus memperkuat kolaborasi yang telah terjalin selama ini.
“Saya ingin meninggalkan legacy bahwa siapa pun yang menjadi Wali Kota Surabaya nantinya harus dekat dengan Persebaya dan tidak boleh menjaga jarak. Sebab Persebaya sudah menjadi bagian dari Surabaya dan menjadi kebanggaan masyarakat kota ini,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Surabaya memberikan kado istimewa pada peringatan HUT ke-99 Persebaya berupa pembangunan tiga mural perjalanan sejarah klub di kawasan Jalan Mayjen Yono Suwoyo, tepatnya di depan Fairway Nine Mall yang dulunya dikenal sebagai Lenmarc Mall. Selain itu, revitalisasi kompleks bersejarah Lapangan Karanggayam dan Mes Persebaya di belakang Stadion Gelora 10 November (G10N) juga telah dituntaskan.
Menurut Eri, revitalisasi kawasan tersebut dibangun dengan semangat kolaborasi bersama Persebaya dan berbagai insan sepak bola Surabaya. “Pemanfaatan ini juga untuk Persebaya dan pembinaan anak-anak muda Surabaya,” ujarnya.
Sementara itu, rangkaian peringatan HUT ke-99 Persebaya pada Kamis (18/6) diawali dengan ziarah ke TPU Karang Tembok untuk mengenang sekaligus mendoakan pendiri Persebaya, M. Pamoedji. Selanjutnya, kegiatan berlanjut di Stadion Gelora 10 November (G10N) Surabaya dengan ramah tamah bersama Bonek dan Bonita, penyerahan penghargaan kepada pengguna aktif aplikasi Persebaya Selamanya, doa lintas agama, pemotongan tumpeng, hingga penyelenggaraan Difabel Football Clinic yang melibatkan Persebaya Academy.
Direktur Persebaya Candra Wahyudi mengatakan bahwa memasuki usia ke-99, klub ingin terus memperkuat nilai kebersamaan dengan seluruh elemen masyarakat melalui semangat Persebaya untuk Semua.
“Menjelang usia satu abad, kami mengusung semangat Persebaya untuk Semua. Semangat ini bukan sesuatu yang baru, melainkan nilai yang selama ini terus kami jalankan. Persebaya harus bisa menjadi rumah bagi semua kalangan yang mencintai klub ini,” ujar Candra.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang melibatkan beragam lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Dalam beberapa musim terakhir, Persebaya secara konsisten membuka ruang agar mereka dapat menikmati pertandingan kandang dengan nyaman dan menjadi bagian dari atmosfer sepak bola di Surabaya.(dan)
