
Sidoarjo. NEO DEMOKRASI. COM. Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H tahun 2026. Masyarakat muslim umumnya menyambut bulan yang suci ini dengan penuh semangat dan keikhlasan seraya memohon keridhaan Allah Azza SWT untuk menjaga kesucian Bulan Ramadhan.
“Memasuki bulan suci Ramadhan yang datangnya setahun sekali ini mari kita perbanyak istighfar dan ibadah kepada Allah SWT. Karena mungkin setahun belakangan ini, karena kesibukan kerja dan rutinitas hidup kita, ibadah kita jadi sering terlewat. Semoga bulan Ramadhan yang nantinya akan kita masuki, menjadi bulan Ramadhan terbaik bagi kita semua. .Amiin.” kata ketua Fraksi PKS-PPP DPRD Kabupaten Sidoarjo, H Ir Afdhal M Ihsan.
” Juga memakmurkan masjid atau mushalla dengan sholat fardhu, sholat tarawih, dan sholat sunnah lainnya. ” pesan H Ir Afdhal M Ihsan, anggota Komisi B Kabupaten Sidoarjo.
” Hendaknya memperbanyak infaq/sedekah dan wakaf serta menjauhi segala bentuk maksiat agar dijauhkan dari musibah dan mara bahaya. ” tambahnya.
Ia juga menghimbau agar pemilik toko, kedai, kios dan tempat usaha lainnya agar menghormati orang-orang yang berpuasa ramadhan, kepada rumah makan agar dapat menutup rumah makan di siang hari.
” Hindari menghidupkan bunyi-bunyian yang menganggu ketenangan bulan Suci Ramadhan seperti petasan, mercon, meriam bamboo dan sejenisnya dan kepada masyarakat non-muslim agar menghormati dan menjaga kesucian bulan Ramadhan. ” pintanya.
“Untuk para remaja, generasi Z, mari gunakan kesemoatan bulan Ramadhan untuk memperbaiki diri dan kebiasaan buruk yang mungkin selama ini sudah biasa kita jalankan. Kalau puasa benar-benar dijalankan dengan baik maka Insya Allah kebiasaan buruk kita yg selama ini dilakukan akan berkurang dengan sendirinya.”tambahnya.
Ditambahkannya, bahwa bulan Ramadhan memberi kita semua kesempatan untuk menjadi lebih baik. Karena puasa yang baik akan menjadikan pribadi yang baik pula.. Sementara pribadi-pribadi yang baik akan menjadi generasi yang baik..dan bisa diharapkan untuk mengemban tugas nantinya.
” Para muballigh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijaksana sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah. “pungkasnya.(nora)
