Neo-Demokrasi
Headline Jatim Umum

Khofifah Ajak Masyarakat Berperan sebagai Peace Maker

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Mekah, NEODEMOKRASI.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak  seluruh masyarakat memperkuat peran dalam menjaga perdamaian dan kerukunan. Caranya dengan memperkuat sikap saling menghormati, toleransi, serta kepedulian terhadap sesama. Salah satunya sebagai peace maker.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional yang diperingati setiap 21 September.  Tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusung tema Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day atau Berinvestasi dalam Perdamaian: Untuk Semua Orang, Di Mana Saja, Setiap Hari.

Menurut Khofifah, tema tersebut menegaskan bahwa menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab bersama. Perdamaian tidak hanya menjadi urusan pemerintah, organisasi internasional, maupun para pemimpin dunia, tetapi harus dirawat oleh setiap orang dari lingkungan terdekat.

“Perdamaian dan kerukunan tidak hadir dengan sendirinya. Keduanya harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati, kesediaan untuk mendengar, serta kemampuan menyelesaikan perbedaan melalui dialog,” kata Khofifah, Selasa (22/9).

Khofifah menegaskan, perdamaian bukan hanya ketiadaan konflik, tetapi hadirnya rasa saling menghormati, saling memahami, dan saling membantu dalam kehidupan bersama. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang agar perdamaian dapat tumbuh sebagai budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

“Perdamaian harus dapat dirasakan dalam bentuk rasa aman, penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan, kesempatan untuk berkembang, serta kehidupan sosial yang harmonis. Inilah nilai-nilai yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.

Khofifah menyebut, upaya menjaga perdamaian harus dimulai dari kemampuan setiap individu menciptakan kedamaian dalam diri. Kedamaian tersebut kemudian diwujudkan dalam hubungan yang harmonis di lingkungan keluarga, tempat tinggal, tempat kerja, dan masyarakat.

Menurutnya, cinta kasih, kebijaksanaan, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap sesama merupakan fondasi penting untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. “Kedamaian harus dimulai dari dalam diri. Ketika seseorang memiliki cinta kasih, kebijaksanaan, dan kemampuan mengendalikan diri, maka ia akan lebih mampu menghargai orang lain dan menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan,” tuturnya.

Kondisi yang aman dan damai juga menjadi landasan penting bagi kelancaran pendidikan, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, serta pembangunan kesejahteraan masyarakat. “Pembangunan akan berjalan optimal apabila masyarakat hidup dalam suasana aman, tenteram, dan rukun. Karena itu, menjaga perdamaian juga berarti menjaga keberlanjutan pembangunan dan masa depan generasi berikutnya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah mengatakan, Jawa Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, dan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman suku, agama, budaya, tradisi, dan latar belakang sosial masyarakat.(dan)

Related posts

Jatim Butuh SDM yang Berkualitas, Profesional, dan Agamis

Rizki

Persit Kartika Chandra Kirana Gelar Lomba Tari

Rizki

Pelaku Curanmor Dimassa di Buduran

Rizki