Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Mendorong Peran Pro Aktif Ormas dan Guru Wujutkan Suasana Pilkada yang Aman, Sejuk dan Menenangkan

Cak Khulaim bersama peserta workshopdi Luminor Hotel, Sidoarjo

Sidoarjo. NEODEMOKRASI. COM. H Khulaim Junaidi menggandeng Badan Kesatuan  Bangsa dan Politik (BAKESBANGPOL) Provinsi Jawa Timur  menggelar workshop bertema Sosialisasi Pencegahan Potensi Konflik Menjelang Pelaksanaan Pilkada Serentak  Tahun 2024 di Wilayah Propinsi Jatim yang digelar di hotel Luminor  kawasan jalan Pahlawan Sidoarjo pada Selasa, (16/7/2024).

Dalam acara ini Cak Khulaim yang merupakan Cabup PAN  di Pilkada Sidoarjo 2024  menekankan tentang  pentingnya toleransi dan moderasi  serta penyuluhan untuk orangtua dan siswa dalam mewujutkan Pilkada  Sidoarjo  yang aman, damai dan lancar.

Penyelenggaraan acara yang dihadiri 300 para guru dan kepala sekolah SD, SMP, SMA se-kabuoaten Sidoarjo ini dimaksutkan agar mampu memahami dan memberikan pemahaman yang benar terkait penyelenggaraam Pilkada kepada anak didiknya.

Sementara  Kepala Bakesbangpol Provinsi Jatim  yang diwakili Doni Nugroho Susanto S. SOS, MM Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional  dan Penanganan  Konflik menyampaikan bahwa acara ini dimaksutkan  sebagai upaya peningkatan sinergi antara pemerintah dengan masyarakat dalam melakukan upaya   pencegahan konflik sosial di daerah.  Juga
peningkatan  peran masyarakat dalam melakukan deteksi  dan lapor cepat terkait potensi konfiki yang terjadi di daerah . Serta mewujudkan kondusifitas wilayah di Provinsi Jawa Timur menjelang pilkada serentak tahun 2024.

Ditambahkannya, topograri dan demografi Jatim yang berpenududuk 4142 Juta. Jumlah pemilih  produktif mencapai 71 persen., jumalh yang cukup besar sehingga rawan terjadinya konflik. Pelaksaanaan pemilu merupakan  agenda tahunan  yang diharapkan berjalan  lancar dan melibatkan  jumlah pemilih yang  tinggi. Kerawanan tahapan pelaksanaan, potensi dan pemicu konfliik  dalam pemilu . Kerawanan kemajuan tehnologi. Serta dukungan pemprov Jatim  dalam rangka menjaga netralitas ASN untuk mensukseskan Pemilu dan Pilkada.

Pihaknya juga mengajak  masyarakat berkomitmen melaksaanakan  pemilu yang aman dan damai. Patuh dan taat pada  ketentuan yang berlaku.  Menolak tindakan yang berpotensi konflik.  Dan segala tindakan provokatif. Menciptkan kondisi aman yang nyaman selama berlangsungnya Pilkada.

Pelaksanaan pilkada harus mengacu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial (Lembaran Negara Tahun 2012 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5315); dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2015 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5658) . Juga Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial.

Sementara H Khulain Junaidi menyampaikan  makalah berjudul   Sosialisasi Peran Ormas dalam Pencegahan Masuknya Faham Ekstrimisme dan Tindakan Kekerasan di Lingkungan Peserta Didik. Menurutnya, pilkada  adalah momen yang  rawan adanya  konflik. Terutama  bagi  para pemilih pemula yang masih labil,   mudah terprovokasi ,mudah disuruh demo, melakukan hal radikal dan anarkis  melakukan tindakan kekerasan. Prilaku kekerasam  sebagai respons terhadap ketidakadilan. Mayoritas   anak-anak muda kadang  merasa dengan adanya pilkada itu seperti  perang, artinya permusuhan.  Gampang diprovokasi, ikut demo, bertindak radikal  dan ekstrim. Hal ini bisa terjadi  karena mereka tidak pernah mengalami, tidak pernah  ikut terlibat Pilkada di periode-periode sebelumnya.

“Maka saya mengumpulkan guru-guru SD, DMP, SMA Se Kabupaten Sidarjo,  dalam rangka agar bisa memberikan pemahaman yang benar terkait pilkada kepada anak didiknya.  Kedua, kita mendekati  ormas   Muhammadiyah dan NU  terkait peran mereka   selama pilkada ini agar  ikut memberikan suasana damai dan sejuk serta mendiginkan suasana.” kata  Cabup PAN, Cak Khulaim.

Pihaknya juga berharap kehadiran para guru dan kepala sekolah  baik  NU atau Muhammadiyah memberikan pemahaman yang menenangkan  terhadap anak didik .Baik yang di organisasi,  badan amal usahanya maupun di kegiatan pengajian-pengajian  diharapkan menjadi penenang. Yang ketiga yaitu terhadap guru-guru yang mungkin dalam memberikan pelajaran atau pengajaran pada anak sisik agar  tidak memaksakan diri,  sehingga tidak terjadi  kekerasan antara guru dan murid.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa peristiwa  kelam masuknya tiga Bupati periode sebelumnya yang terjaring KPK  bisa terjadi karena  kurangnya harmonisasi, tidak saling mengingatkan. Malah saling menjebak. Untuk itu ia mendorong peran ormas agar  pro aktif mendekati calon calon yang sudah running.  Mengingatkan pentingnya sinergitas, harmonisasi dalam menjalankan pemerintahan kabupaten Sidoarjo ke depan.(nora)

Related posts

DPRD Sidoarjo Sahkan 10 Perda selama 2021

Rizki

Selain Sekolah Rakyat, Minimal ada SMA/SMK di Setiap Kecamatan di Sidoarjo

neodemokrasi

Perda APBD  2024 Dimungkinkan Terjadi Perubahan,  Hj Lilik Hendarwati Berharap Bisa Dikembalikan pada Kesepakatan Awal

neodemokrasi