Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Atlet Menembak Korban Pelecehan Terpukul Kejiwaannya

Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Seorang pelatih menembak, JL (40), dilaporkan oleh JF (37), ayah Mawar (14, bukan nama sebenarnya) atas aksi pelecehan seksual. Mawar dilecehkan oleh JF saat latihan menembak di lapangan dan di hotel sekitar Jalan Diponegoro. Aksi pelecehan membuat korban trauma dan tidak inggin kembali berlatih di Perbakin Surabaya. Aksi pelecehan terjadi berkali-kali selama bulan Maret 2026.

“Mental psikis masih terpukul. Masih trauma lihat lapangan. Sudah nggak mau lihat. Apalagi lihat unit yang dipakai, dia gak mau,” kata ayah korban JF saat  memberikan keterangan di Mapolrestabes Surabaya.

JF menceritakan perubahan sikap anaknya dengan minta keluar dari Perbakin. Awalnya dia tidak mengerti akan perubahan sikap putrinya. Sehingga melarang anaknya untuk keluar. Dia meminta anaknya untuk tetap latihan menembak di Perbakin, Sebab, dalam waktu dekat akan ada seleksi pra PON dan porprov.

Dia sempat menanyakan lebih dalam ke anaknya. Apakah ada masalah atau kendala saat latihan. Namun, sang anak tidak mau berterus terang. “Tidak berani cerita ke saya tapi cerita ke ibunya. Pada Senin kemarin putri saya baru bercerita bahwa dia telah dilecehkan oleh pelatihnya,” tambah JF.

JF menjelaskan, pelecehan yang dialami anaknya terjadi di lapangan Perbakin kawasan Jalan Gajah Mada, dan hotel Jalan Diponegoro. Modusnya, pelaku JL memberikan hukuman apabila magazine jatuh atau sasaran terlewat satu.

“Tiap kali magazine jatuh atau sasarannya terlewat satu, itu pasti ada hukuman.  Disitulah dia memanfaatkan hukuman. Entah dipegang-pegang atau dicium atau dirangkul itu. Kejadian di lapangan itu,” tambah JF.

“Yang di hotel kalau nggak salah 25 Maret 2026. Dia waktu itu disuruh cuci muka, disuruh mandi. Terus habis mandi itu disuruh pegang alat kelaminnya. Tapi anak saya nggak mau,” terangnya.

Sementara Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari membenarkan ada laporan pencabulan dengan korban anak di bawah umur dan terlapor JL, oknum pelatih menembak Surabaya. “Laporan polisi tanggal 9 Juni 2026. Masih proses pemeriksaan dan rencana akan kami panggil selaku terlapor,” singkat Melati.

Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya merespon dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang pengurus Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya terhadap atlet di bawah umur.

Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom mengatakan, terduga pelaku bukan berstatus pelatih resmi, melainkan pengurus Perbakin Surabaya yang telah dinonaktifkan dari kepengurusan. “Terduga ini sudah dinonaktifkan dari kepengurusan Perbakin Surabaya. Tapi kalau dikatakan sebagai pelatih, dia bukan pelatih, tapi pengurus,” kata Arderio, Kamis (11/6).

Meski demikian, Arderio mengakui terduga pelaku kerap terlibat dalam aktivitas pembinaan atlet menembak di Surabaya. “Karena sebagai pegiat menembak di Surabaya ini ada banyak. Otomatis dia mungkin mengajarkan para atlet,” ujarnya.

Menurut Arderio, terduga pelaku tidak memiliki surat keputusan (SK) sebagai pelatih pusat latihan cabang (Puslacab). Ia juga menyebut korban hingga kini belum tercatat sebagai atlet resmi Kota Surabaya. “Untuk ananda ini juga belum masuk sebagai atlet Surabaya,” kata Arderio.

Arderio menegaskan KONI Surabaya bersama Perbakin Surabaya mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Menurut dia, kasus tersebut harus menjadi pembelajaran bagi seluruh insan olahraga agar lingkungan olahraga tetap aman bagi atlet, terutama anak-anak.(dan)

Related posts

Janda Pemilik Warkop Dipedayai, Motor Diembat

Rizki

DLHK Clean up TPS 3R Kedung Cangkring

Rizki

Rayakan HUT ke-60, Bank BJB Gelar Promo di Ratusan Merchant

Rizki