
Malang, NEODEMOKRASI.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Beregu XX Piala Ketua Mahkamah Agung Tahun 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jumat (12/6).
Kejurnas yang diikuti sebanyak 1.022 atlet dari 71 kontingen peradilan se-Indonesia tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan nasional, mempererat silaturahim antarinsan peradilan. Sekaligus mendukung pengembangan sport tourism di Jawa Timur.
Sebanyak 71 kontingen peradilan dari seluruh Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan ini. Para peserta berasal dari lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara yang akan bertanding memperebutkan Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung RI.
Pembukaan kejurnas berlangsung meriah dengan parade kontingen, pengibaran bendera Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP), pembacaan janji atlet dan wasit, serta penampilan seni budaya khas Malangan.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air. Ia menyebut Jawa Timur merasa terhormat menjadi tuan rumah perhelatan nasional yang mempertemukan keluarga besar peradilan Indonesia dalam semangat sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan.
“Selamat datang di Jawa Timur, para atlet dari Sabang sampai Merauke. Ini adalah Bumi Majapahit, bumi yang menanamkan nilai-nilai moderasi, nilai-nilai keberagaman, nilai-nilai persaudaraan, dan nilai-nilai persatuan,” ujarnya.
Selain memperkuat persaudaraan nasional, Khofifah menilai penyelenggaraan Kejurnas ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Malang dan Jawa Timur. Kehadiran lebih dari seribu peserta beserta pendamping selama beberapa hari diyakini mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga UMKM lokal.
Ia turut memperkenalkan layanan transportasi publik Trans Jatim yang saat ini terus berkembang dan didukung pemanfaatan teknologi digital untuk memberikan layanan yang aman, nyaman, dan terintegrasi.
Sementara itu, Ketua Mahkamah Agung Sunarto menegaskan bahwa olahraga memiliki banyak nilai yang sejalan dengan prinsip-prinsip yang harus dijunjung tinggi oleh insan peradilan.
Menurutnya, olahraga mengajarkan disiplin, kerja keras, tanggung jawab, komitmen, serta sportivitas yang juga menjadi fondasi dalam membangun lembaga peradilan yang profesional dan dipercaya masyarakat.
“Olahraga mengajarkan kepada kita bahwa setiap kemenangan membutuhkan disiplin, latihan yang konsisten, kerja keras, kesabaran, dan komitmen yang kuat. Nilai-nilai itulah yang juga diperlukan dalam membangun lembaga peradilan yang modern, profesional, dan terpercaya,” tegasnya.(dan)
