Neo-Demokrasi
Ekbis Opini

Memahami Seluk Beluk Komunikasi dalam Dunia Bisnis

Dr. Suhermin, SE., MM
Sekretaris Program Studi S3 Ilmu Manajemen
STIESIA Surabaya

Komunikasi merupakan hal yang penting dalam aktivitas manusia di dunia ini. Tidak saja aktivitas pribadi tetapi juga menyangkut aktivitas dalam dunia bisnis. Secara sederhana, komunikasi sebenarnya hanyalah tindakan mentransfer informasi dari satu tempat, orang atau kelompok ke yang lain. Setiap aktivitas komunikasi pasti akan melibatkan (setidaknya) satu pengirim, pesan, dan penerima. Dalam berkomunikasi akan melibatkan unsur-unsur komunikasi seperti manusia, pesan, saluran, gangguan, konteks, dan umpan balik.

Pada unsur manusia, apapun bentuknya komunikasi senantiasa melibatkan manusia sebagai pelaku, baik pengirim atau penerima pesan. Sedangkan unsur pesan mengandung makna bahwa pertukaran pesan baik verbal maupun non verbal terjadi selama komunikasi berlangsung. Pesan tersebut disampaikan melalui indera secara verbal dan non verbal. Pesan disampaikan melalui suara, penglihatan, rasa, penciuman, sentuhan, dan sebagainya. Namun komunikasi akan mengalami gangguan suara berisik, udara ruangan yang pengap, lingkungan padat, bau yang tidak sedap merupakan gangguan dalam pengiriman dan penerimaan pesan. Konteks komunikasi selalu berhubungan dengan perilaku.

Konteks komunikasi dan perilaku dapat diperhatikan pada perubahan sikap seseorang pada saat mengubah gaya bicara, sikap tubuh, atau cara berpakaian agar lebih sesuai dengan lingkungan. Sebagai penutup komunikasi adalah umpan balik untuk dapat dapat mengetahui audiens atau lawan komunikasi menangkap pesan. Umpan balik memberi dorongan untuk bereaksi sebagaimana yang dilakukan yang disebut umpan balik positif. Sebaliknya, umpan balik disebut negatif apabila menghentikan reaksi.

Jika dibayangkan memang sederhana, tetapi komunikasi sebenarnya adalah subjek yang sangat kompleks. Pesan yang dikirim dari pengirim kepada penerima dapat dipengaruhi oleh banyak hal, misalnya emosi kita, perbedaan budaya, media yang digunakan untuk berkomunikasi, dan bahkan lokasi kita. Inilah yang menyebabkan komunikasi tersebut dikatakan kompleks, karena banyak hal-hal yang tersembunyi ketika komunikasi tersebut dilakukan. Kompleksitas komunikasi dapat dikatakan punya mengapa keterampilan komunikasi yang baik dianggap sangat diinginkan oleh pengusaha di seluruh dunia: komunikasi yang akurat, efektif, dan tidak ambigu sebenarnya sangat sulit. Tentu saja, mungkin ada lebih dari satu penerima, dan kompleksitas komunikasi berarti bahwa setiap penerima mungkin menerima pesan yang sedikit berbeda.

Kesalahpahaman dapat terjadi pada setiap tahap proses komunikasi. Komunikasi yang efektif melibatkan meminimalkan potensi kesalahpahaman dan mengatasi hambatan komunikasi pada setiap tahap dalam proses komunikasi. Seorang komunikator yang efektif memahami audiens mereka, memilih saluran komunikasi yang tepat, mengasah pesan mereka ke saluran ini dan mengkodekan pesan untuk mengurangi kesalahpahaman oleh penerima. Mereka juga akan mencari umpan balik dari penerima tentang bagaimana pesan dipahami dan berusaha untuk memperbaiki kesalahpahaman atau kebingungan sesegera mungkin. Penerima dapat menggunakan teknik seperti klarifikasi dan refleksi sebagai cara yang efektif untuk memastikan bahwa pesan yang dikirim telah dipahami dengan benar. Dalam hal kesalahan dalam menafsirkan pesan terjadi ketika individu memiliki perbedaan latar belakang budaya, perbedaan dalam penafsiran kata, dan perbedaan reaksi emosional. Kalau masing-masing tidak mampu memahami latar belakang budaya dengan baik, maka akan terjadi banyak kesalahpahaman.

Hambatan komunikasi atau yang juga dikenal sebagai communication barrier adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk terjadinya komunikasi yang efektif. Contoh; kasus anggukan kepala, dimana di Amerika Serikat anggukan kepala mempunyai arti bahwa orang tersebut mengerti, namun di Jepang anggukan kepala tidak berarti seseorang setuju melainkan hanya berarti bahwa orang tersebut mendengarkan. Hambatan komunikasi antar budaya dikonotasikan dengan the iceberg phenomenon.

Hambatan dalam komunikasi ini 90% adalah tidak tampak. Faktor-faktor yang membentuk perilaku atau sikap seseorang, hambatan semacam ini cukup sulit untuk dilihat atau diperhatikan. Jenis-jenis hambatan semacam ini adalah persepsi (perceptions), norma (norms), stereotip (stereotypes), filosofi bisnis (business philosophy), aturan (rules),jaringan (networks), nilai (values), dan grup cabang (subcultures group). Sedangkan hanya 10% saja hambatan-hambatan tersebut tampak. Oleh karena itu penting untuk mempelajari komunikasi dari berbagai budaya yang berbeda. Pemahaman atas orang lain secara lintas budaya dan antar pribadi adalah suatu usaha yang memerlukan keberanian dan kepekaan. Semakin mengancam pandangan dunia orang itu bagi pandangan dunia kita, semakin banyak yang harus kita pelajari dari dia, tetapi semakin berbahaya untuk memahaminya.

Berbagai kategori komunikasi meliputi: Komunikasi Lisan atau Verbal, yang meliputi tatap muka, telepon, radio atau televisi dan media lainnya. Komunikasi Non-Verbal, meliputi bahasa tubuh, gerak tubuh, cara kita berpakaian atau bertindak, di mana kita berdiri, dan bahkan aroma tubuh kita. Ada banyak cara halus yang kita berkomunikasi (bahkan mungkin tidak sengaja) dengan orang lain. Misalnya, nada suara dapat memberikan petunjuk tentang suasana hati atau keadaan emosional, sementara isyarat tangan atau gerak tubuh dapat menambah pesan lisan. Komunikasi Tertulis: yang meliputi surat, email, media sosial, buku, majalah, internet dan media lainnya. Hasil atau tujuan yang diinginkan dari setiap proses komunikasi adalah saling pengertian. Proses Komunikasi Sebuah pesan atau komunikasi dikirim oleh pengirim melalui saluran komunikasi ke penerima, atau ke beberapa penerima. Pengirim harus mengkodekan pesan (informasi yang disampaikan) ke dalam bentuk yang sesuai dengan saluran komunikasi, dan penerima kemudian menerjemahkan pesan untuk memahami makna dan maknanya.*

Related posts

Belum Sebulan, Penjualan Duo SUV Peugeot Allure Plus Naik 3 Kali Lipat

neodemokrasi

KBI Kembangkan Aplikasi Registrasi Resi Gudang

neodemokrasi

Bank Jatim Salurkan PEN, Dagulir, dan Kejar di Ponorogo

Rizki