Neo-Demokrasi
Headline Opini

Mengulik Jasa Desain Interior di Masa Pandemi

Juwita Sari, SM., M.SM, dosen tetap STIESIA

Pandemi Covid-19 menjadikan ruang gerak masyarakat berubah. Awalnya masyarakat bebas untuk keluar rumah. Kemana saja dan melakukan apa saja. Tetapi saat ini masyarakat diarahkan untuk lebih banyak di rumah. Bekerja, berdoa, dan belajar dari rumah.

Fenomena ini merubah kebiasaan masyarakat untuk menjadikan rumah menjadi lebih nyaman, agar lebih betah di rumah. Belajar menjadi bahagia. Bekerja menjadi bersemangat, dan berdoa menjadi lebih khusuk.

Disisi lain, kita bisa melihat kecenderungan generasi milenial dan generasi Z yang menyukai hal terkait fotografi dan membagikannya di jejaring sosial. Digitalisasi yang meluas seakan-akan membawa mereka pada dunia yang berbeda, yang kita sebut sebagai dunia maya.

Membentuk era versi mereka, yaitu era instagramable. Tidak ada aturan khusus untuk masuk pada era tersebut. Hanya saja semakin kreatif dan terlihat estetik sebuah foto, maka akan semakin banyak orang lain yang menaruh atensi akan karya tersebut. Selanjutnya, pundi-pundi pendapatan akan datang melalui endorsement, promosi, ataupun kerja sama.

Fenomena ini ditangkap positif oleh beberapa bisnis kreatif yang mendukung adanya era instagramable ini. Dalam penulisan kali ini, saya menyoroti bisnis jasa desain interior. Bisnis desain interior yang kita kenal dulu adalah usaha jasa dengan sasaran mereka yang berpendapatan menengah keatas, perkantoran, dan sebagian masyarakat kita yang memiliki jiwa seni.

Lalu, bagaimana jika jiwa estetik mulai meluas, dan digemari kalangan masyarakat berpendapatan menengah ke bawah?. Di saat inilah bisnis jasa desain interior mulai lahir kembali menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan.

Bisnis jasa desain interior sudah tidak mahal lagi. Bahkan bisa menjangkau budget anak kos. Karyawan desain tidak perlu datang ke objek sasaran. S,emua dikemas sederhana dengan berbagi foto, video, dan konsultasi secara online. Budget desain menyesuaikan permintaan customer. Jika customer seorang pelajar dan memiliki pendanaan terbatas akan tetap dilayani.

Lalu bagaimana dengan furnitur dan yang perabotan lainnya? Semua bisa dikonsultasikan. Customer akan diberikan arahan atau rekomendasi dimana bisa membeli barang-barang yang direkomendasikan pembuat desain melalui e-commerce. Selain itu, target pasar yang luas karena tidak terbatas jarak. Budget bisa sesuai permintaan customer menjadikan bisnis ini pantas diulas.

Bisnis desain interior yang sebelumnya cenderung kaku, menjadi lebih fleksibel dan mudah ditemukan. Jasa tersebut bisa kita temukan dengan mencari di website, di jejaring sosial, bahkan di platform e-commerce.

Berikut ini adalah beberapa contoh jasa desain interior yang penulis temukan di Shopee dan di Twitter @serenadecor. Harga merupakan satuan per meter persegi setiap ruangan yang akan di desain. Jika yang hendak didesain adalah kamar, pastinya lebih murah daripada desain ruang keluarga. Pasalnya,  semakin besar ukuran ruangan, maka semakin besar pula harga yang dibayar.

Penulis sempat menghubungi @serenadecor. Ternyata pemberi jasa berkantor di Salatiga. Sedangkan penulis di Surabaya. Hal itu tidak menjadikan halangan bagi kami. Setelah cocok dengan harganya, transfer. Selanjutnya customer akan dikirim hasil desain beserta dengan rekomendasi dimana membeli perabotannya. Menarik kan. Rumah instagramable menambah nyaman stay at home.(*)

Related posts

Ribuan Karyawan dan Pensiunan Petrokimia Gresik Divaksinasi

Rizki

Menangi Pilkada di 13 Kabupaten-Kota, Partai Demokrat Semakin Solid

neodemokrasi

Dagang Sabu, Pasangan Suami Istri Ini Disidang

Rizki