Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Gerakan Pangan Murah, Warga Jepara Serbu Beras SPHP

Pemkot Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai RW 6 Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai RW 6 Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya pada Rabu (7/10). Langkah ini dilakukan untuk menekan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah musim kemarau panjang.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Warga rela mengantre sejak pagi untuk mendapatkan berbagai komoditas pangan berkualitas dengan harga miring, terutama beras SPHP dan Minyakita.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengapresiasi kolaborasi dan kerja keras jajaran kecamatan, kelurahan, hingga pengurus RT/RW setempat yang sukses mengawal jalannya acara.

Menurutnya, GPM tidak hanya mengandalkan pasokan dari BUMN seperti Bulog, tetapi juga menjadi wadah bagi produk lokal dan kelompok tani (poktan) setempat untuk memperkenalkan produknya.

“Alhamdulillah antusiasme warga tinggi sekali di wilayah ini. Lewat GPM, kita ingin membangkitkan ekonomi masyarakat dengan membawa produk dari kelompok tani lokal seperti Poktan Dorang Cinta, Poktan Kampung Kawak, Poktan Kedung Doro untuk menunjukan hasil produk mereka,” ujar Nanik saat ditemui di lokasi.

Nanik menambahkan, selain beras SPHP yang menjadi incaran utama, pangan segar seperti produk perikanan dan telur ayam ras juga ludes terjual sejak awal pelaksanaan. Strategi intervensi pasar ini secara rutin dilakukan di 31 kecamatan se-Surabaya demi memastikan pasokan pangan tetap aman.

“Upaya ini kami lakukan untuk menekan angka inflasi di Kota Surabaya agar harga pangan di pasaran tidak melambung tinggi. Contohnya cabai yang harganya melonjak di pasar, di sini kami jual murah agar masyarakat tetap bisa mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Salah satu warga Safiah, yang tinggal di wilayah Kemayoran mengatakan sengaja datang setelah mendengar kabar adanya penjualan bahan pokok berharga miring.

Pada kesempatan tersebut, ia berhasil membawa pulang dua liter minyak goreng Minyakita dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran. “Dapat minyak goreng Minyakita dua liter. Begitu dengar ada orang beli minyak murah, saya langsung ke sini,” ujar Safiah.(dan)

Related posts

Program Bakti Guru Berupa Bantuan Penunjang Sarana Prasarana Belajar Mengajar yang Memadai

neodemokrasi

Dashboard Satu Data Realtime Surabaya Sabet Penghargaan BRIN

Rizki

Terima Yayasan Ecoton, Dr Fredy Poernomo SH, MH, Janjikan Segera Bentuk Payung Hukum Sebagai Solusi Pencemaran Lingkungan

neodemokrasi