Neo-Demokrasi
Jatim

Fokus Tingkatkan Kompetensi  SMK Swasta Agar Semakin Berdaya dan Digaya

Muhammad Rosyidi, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim

 

Nganjuk.NEODEMOKRASI.COM. Komitmen untuk fokus di bidang pengembangan pendidikan  mengilhami kinerja DR H Muhammad Rosyidi SE,MM, anggota Komisi E ( Ketenagakerjaan, Kesehatan Sosial, Pendidikan, Pemuda dan Olahraga) DPRD Provinsi Jatim yang memang berlatar belakang pendidik.  Pria yang juga masih aktif sebagai dosen Universitas Wisnuwhardana Malang ini  memiliki target  untuk bisa meningkatkan kompetensi  SMK SMK swasta  di wilayah dapil XI meliputi  Nganjuk dan kabupaten serta kota Madiun untuk bisa sederajat dengan SMK Negeri.

Upaya untuk terus  meningkatkan kompetensi, kualitas SMK  ia tunjukkan dengan mengalokasikan  hak dana hibah yang dimilikinya selaku anggota DPRD Provinsi Jatim  kepada SMK SMK swasta. Seain untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mendukung pengadaan sarana prasaana juga menunjang segala bentuk upaya peningkatan pendidikan baik penunjang pelatihan , peningkatan keterampilan, sampai  assertivenes training, yakni pelatihan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa.

“ Ambillah semua, saya tidak akan ambil sepersenpun, semoga bisa dimanfaatkan dengan baik. Untuk itu bantulah saya  agar menjadi  galah untuk mencapai cita cita mulia ini. cita cita  untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Meningkatkan kualitas dan keterampilan siwa SMK dengan pemenuhan berbagau sarana prasarasa penunjang pendidikan agar mampu menicetak lulusan lulusan SMK yang kompeten , berdaya dan kompetitif di dunia kerja. Upaya mengoptimalisasi sarana prasarana SMK swasta supaya  minimal berstandart seperti SMK Negeri lainnya. Karena SMK yang berkompetensi akan menghasilkan siswa yang terampil, mahir, unggul dan membanggakan bagi nusa dan bangsa”  ujar pria bertubuh tambun ini.

Foto bersama usai acara reses

Hal ini ia sampaikan di depan  sekitar 150  peserta yang  hadir pada reses hari pertama yang digelar pada  Selasa ,(12/7/2023 )  di  SMK  Satria Bhakti  di kecamatan Mangudikaran yang juga dihadiri pimpinan  SMK Dr Soetomo  Nganjuk.  Terdiri dari   para siswa , pimpinan sekolah dan wali murid  yang berasal dari sekitar Nganjuk   sengaja hadir untuk menyampaikan berbagai uneg uneg, serta usulan yang tujuannya untuk memajukan pendidikan SMK swasta tersebut. Sepanjang acara berdurasi 3 jam ini peserta bebas  menyampaikan ide dan usulan dan keluhan terkait  upaya apa saja  dalam rangka perbaikan bidang pendidikan dan peningkatan kualitas, mutu serta kompetensi sekolah kejuruan tersebut.

Intinya mencari  hal hal yang perlu diperbaiki, ditambahkan untuk perbaikan sekolah.  Untuk itu  gelar kegiatan menyerap aspirasi di reses 11 Tahun 2023  Disampaikan  pria yang juga menjabat di Dewan Pembina Provinsi Jatim, Forum Komunikasi Takmir Masjid dan Musholla  ini akan mengusulkan alokasi jatah dana hibah dr pemprof Jatim lbh de 10 M. Haknya diberikan SMK kabupaten Nganjuk dan Madiun. Tujuannya, agar  SMK semakin berdaya dan lebih kompeten karena selama ini pemerintah terkesan tebang pilih  dan lebih mendukung SMK Negeri. Walaupun fakta di lapangan penyedia lowongan  kerja mencari pekerja tanpa menyebut lulusan SMK  swasta atau negeti tapi jumlah terbanyak lulusan yang nganggur tetap dari SMK swasta.

“Seperti kita ketahui  selama ini  dukungan pemerintah  terhadap sekolah swasta terkesan  tebang pilih. Parahnya dunia kerja dan lapangan industri juga memberikan perlakuan  minus terhadap para lullusan SMK  swasta yang mencari kerja.  Ini yang membuat jumlah penganguran lulusan SMK semakin bertambah tiap tahunnya. Ketidakberpihakan dunia kerja  dan  lebih memilih lulusan  dari SMK Negeri ini perlahan lahan kita rubah, kalau tidak kita kita siapa lagi. Nah bagaimana kita melakukan upaya upaya peningkatan, pengembangan , up grade agar anak anak lulusan SMK swasta lebih kompeten. ” jelas pria yang pernah menjadi Kepala Sekolah SMK Kesehatan Green Putra Medika selama 2 periode ini.

Di sisi lain pemerintah  juga tidak bisa  memaksa dan mewajibkan dunia industti termasuk Rumah sakit  harus menerima  pekerja  lulusan  SMK swasta. Apalagi dalam dunia kerja berlaku  hukum suply vs demand,  di mana jumlah lowongan pekerjaan  yang tersedia dengan jumlah  yang melamar  tidak imbang. Yang terjadi kemudian, jumlah pengangguran kian bertambah. Untuk itu sekolah harus berdaya dan digdaya, harus meningkatkan kompetensi.

Untuk itu pihaknya meminta  pada para peserta yang hadir serius mendukungnya dalam rangka  berjuang mewujutkan cita cita luhur bidang pendidikan  agar bisa  memberikan harapan masa depan yang lebih  ideal bagi generasi muda lulusan SMK swasta. Jika lulusan berkualitas dan kompeten, maka bukan tak mungkin mareka akan menguasai peluang dunia kerja yang ada. Dunia  kerja dan lapangan kerja industri akan mencari dan lebih memilih para pekerja dari lulusan SMK SMK swasta.

  “ Yg perlu ditekankan penggunaan alokasi biaya,,  apa saja harapan wali murid kepada sekolah, apakah  itu soal sarana prasarana ,  keterampilan yang perlu ditambahkan ataukah gurunya  yang perlu diup grade kualitas pengatuan dan pola dan metode  pengajaran dan lain lain.  Dan  dalam pengelolaan dana ini kami  bekerja sama dengan  Bank BPR UMKM Jatim, bank milik pemprov Jatim, untuk itu  saya minta sekolah juga berkenan  membuka rekening dI Bank BPR  UMKM  Jatim agar  pengelolaan dana sekolah lebih terkendali, selain bunga kecil , agar ibu ibu tidak terjerat bank precit” harap pria kelahiran Ngawi ini.

Pada kesempatan itu, kepala sekolah SMK Satria Bhaktijuga mengeluhkan rendahnya  respon dunia kerja pada para lulusannya. Sementara Kepala Sekolah SMK Dr Soetomo  menyampaikan keluhannya terkait sulitnya mencari siswa, padahal sekolah tersebut sudah menghasilkan siswa siswa berprestasi.  Alhasil jumlah siswa yang ia miliki jauh dari jumlah ideal. (nora)

Related posts

Bank Jatim Bersama GPEI Jawa Timur  Bersinergi  Perkuat  UMKM Potensi Ekspor.

neodemokrasi

SAR SER Gelar Pelatihan kepada SRU Bankom Arjuno

Rizki

Sopir Truk Nakal Tak Disanksi saat Nataru

Rizki