
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Universitas Airlangga (Unair) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui program pengabdian di KPUD Tani Wilis, Desa Dono, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Sebanyak 20 peternak sapi perah dan 15 pengurus KPUD Tani Wilis mengikuti kegiatan bertema Peningkatan Produktivitas Susu Sapi Perah Melalui Inovasi Teknologi Nano dan Pakan Silase, Sabtu (26/7).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga (LPPM Unair) dalam Program Pengembangan Desa Binaan (PPDB). Kegiatan ini juga untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab tantangan nyata di masyarakat.
Program ini mengusung dua inovasi utama berbasis riset mutakhir di bidang nutrisi dan kesehatan ternak. Pertama, diperkenalkan penggunaan nano ekstrak meniran (Phyllanthus niruri) sebagai feed additive yang berfungsi sebagai imunomodulator dan antibakteri.
Kedua, Tim Dosen Unair juga memberikan pelatihan pembuatan pakan silase plus dengan menggunakan nano ekstrak meniran (Phyllanthus niruri) dan probiotik. Hal ini sebagai langkah efisiensi pakan untuk menjaga kualitas dan ketersediaan hijauan sepanjang tahun. Pendekatan berbasis sains ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peternak dalam menghadapi dinamika biaya produksi. Sekaligus menjaga keberlanjutan produktivitas ternak.
Ketua Tim Prof. Dr. drh. Sri Hidanah, MS, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi hasil riset Universitas Airlangga kepada masyarakat, khususnya komunitas peternak KPUD Tani Wilis. “Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas sapi perah melalui introduksi inovasi hasil penelitian terbaru. Yaitu penggunaan nano ekstrak meniran (Phyllanthus niruri) sebagai feed additive,” jelas Sri Hidanah, Sabtu (26/7).
Penerapan teknologi nano memungkinkan peningkatan efisiensi penyerapan nutrisi, perbaikan metabolisme tubuh ternak, serta optimalisasi sistem imunitas. Secara keseluruhan berkontribusi pada penurunan biaya operasional dan peningkatan kinerja produksi peternakan.
Sedangkan Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M.Kes. menjelaskan dampak signifikan penggunaan nano ekstrak meniran terhadap performa fisiologis dan produktivitas ternak perah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nano ekstrak meniran mampu meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) sapi secara signifikan. Serta berdampak langsung pada peningkatan produktivitas susu harian, yang semula rata- rata 10 liter menjadi 20-25 liter per ekor per hari.
“Teknologi ini bekerja melalui mekanisme perbaikan sistem pencernaan dan peningkatan efisiensi penyerapan nutrien. Serta peningkatan imunitas yang secara keseluruhan berkontribusi terhadap peningkatan performa produksi secara optimal,” kata Emy Koestanti Sabdoningrum.
Prof. Dr. Widya Paramita Lokapirnasari, drh.,MP, menjelaskan pakan silase memungkinkan hijauan disimpan lebih lama tanpa kehilangan nilai gizi. Proses fermentasi tidak hanya memperpanjang masa simpan. Tetapi juga meningkatkan kandungan nutrisinya sehingga peternak tetap memiliki akses terhadap pakan berkualitas tinggi sepanjang tahun.Termasuk pada saat musim paceklik.
Dalam konteks ekonomi peternak, Ahmad Fadlur Rahman Bayuny, S.E.I., M.Sc.IBF., Ph.D., menekankan pentingnya keterkaitan antara inovasi ilmiah dan pemberdayaan masyarakat. Peningkatan produktivitas yang signifikan diharapkan dapat mendorong perbaikan kesejahteraan peternak secara menyeluruh. Sehingga perekonomian anggota KPUD Tani Wilis dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari mitra drh. Didik Isdiyanto selaku dokter hewan KPUD Tani Wilis. Dia menyampaikan bahwa program pengabdian ini memberikan akses langsung kepada peternak sapi perah di KPUD Tani Wilis terhadap pengetahuan terkini dan teknologi mutakhir yang berkembang di dunia akademik.
“Transfer ilmu semacam ini sangat strategis untuk meningkatkan kapasitas teknis peternak dalam mengelola ternak secara lebih produktif dan berkelanjutan. Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga atas kontribusi nyata yang diberikan kepada KPUD Tani Wilis,” katanya.
Pada momen serah terima produk inovatif hasil riset akademik berupa nano ekstrak meniran, Ketua II KUD Tani Wilis Sujadi turut menyampaikan apresiasi dan harapannya. “Diharapkan produk riset ini dapat mendorong peningkatan produksi susu dan program pengabdian ini dapat terus berlanjut di masa-masa mendatang,” ujarnya.
Kolaborasi dan inovasi yang diinisiasi Universitas Airlangga ini menjadi salah satu langkah nyata hilirisasi riset akademik. Sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan nyata di masyarakat, khususnya di sektor peternakan rakyat.(dan)
