
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pasca penangkapan dua pengedar jaringan narkoba Indonesia Malaysia pada Minggu (5/6) lalu di Bangkalan, kini Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim menggelar jumpa pers terkait siapa saja yang menjadi pelaku dan berapa jumlah barang bukti yang diamankan.
BNNP Jatim di Surabaya bersama MUI Jatim, Bankesbang Linmas Surabaya, dan Ditresnarkiba Polda Jatim memamerkan keberhasilan penangkapan narkoba sabu- sabu seberat 5.440 gram atau 5,44 kg dengan kemasan bungkus bergambar kuda terbang yang disuplai dari Malaysia.
Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Budi Mulyanto bersama Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jatim Kombes Pol Muhammad memberikan keterangan bahwa penangkapan dua pelaku ini ternyata merupakan jaringan internasional antarnegara. Pengakuan kedua pelaku sebelumnya telah berhasil bertransaksi sebanyak 4 kali dengan merek sabu yang sama, yaitu kuda terbang berasal dari Malaysia,” ujar Budi Mulyono, Kamis (16/7).
Penangkapan dua pelaku dilakukan dua tempat berbeda namun masih satu wilayah di Bangkalan. Kedua pelaku bernama Simat, warga Jombang. Dia ditangkap di Dusun Telang, Kamal, Bangkalan. “Untuk pelaku pertama ditangkap pada Minggu pukul 07.30 WIB. Saat kami periksa mobil warna putih nopol L 1687 RN milik Simat ternyata ditemukan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 5,44 kg, yang akan di kirim ke saudara SM,” tambahnya.
Dari penangkapan pertama dilakukan penangkapan terhadap Saiful alias SM di Jalan A. Yani, Dusun Bandung Barat, Desa Keleyen, Bangkalan. Tepatnya di depan bengkel. “Dari penangkapan kepada SM, kami juga melakukannya penggeledahan di rumahnya namun tidak ditemukan barang bukti lainnya,” tutup Budi Mulyono.
Sedangkan Kabid Pemberantasan BNNP Jatim Kombes Pol Muhammad menjelaskan, pihaknya melakukan pengejaran terhadap siapa dalang di balik peredaran narkoba antarnegara tersebut. “Setelah kami periksa kedua pelaku ini kemudian ditemukan bahwa bandar utama yang menyuplai narkoba berlabel kuda terbang berinisial RI alias A. RI kini jadi DPO dan dari hasil penyelidikan bahwa diduga pelaku melarikan diri ke luar daerah,” tambah Muhammad.(dan)
