Neo-Demokrasi
Headline Jatim Kesra

Gubernur Jatim Hadiri Forum Ijtimak Komisi Fatwa MUI Jatim

Khofifah bersama undangan di Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto.

Mojokerto, NEODEMOKRASI.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri forum Ijtimak Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Jawa Timur ke-3. Kegiatan ini diadakan di Gedung Serbaguna Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (31/10).

Di forum yang menghadirkan para ulama dari berbagai daerah tersebut Gubernur Khofifah menegaskan bahwa setiap fatwa yang dikeluarkan MUI melalui Ijtimak Ulama merupakan bagian dari dakwah.

Bahkan termasuk dakwah bilhal atau metode penyampaian ajaran Islam melalui perbuatan nyata. Baik melalui aksi sosial, keteladanan sikap, atau perjuangan-perjuangan lain.

“Saya ingin menyampaikan betapa pentingnya dakwah bilhal. Ijtimak ulama yang akan melahirkan fatwa-fatwa, bagaimana kita breakdown ini dakwah billisan-nya seperti ini, dakwah bilhal-nya seperti ini, kemudian dakwah bilmal-nya seperti ini,” tegasnya.

“Sehingga para alim, para ulama, para kiai, para nyai, para ustaz-ustazah, selain menyampaikan pesan-pesan, juga diimplementasikan, sekaligus dalam rangka mencari solusi untuk mebyekeseikan masalah atau sesuatu yang membutuhkan referensi keagamaan,” imbuh Gubernur Khofifah.

Tak kalah penting, di tengah kemajuan jaman, penyampaian dakwah juga harus menggunakan teknologi informasi untuk menjangkau lebih banyak orang. Mengingat, sekitar 80 persen masyarakat mencari referensi keagamaan dan fatwa melalui penulusuran daring. “Fatwa-fatwa yang akan dilahirkan oleh Komisi Fatwa MUI memang sudah harus dihitung proses sosialisasinya. Hari ini sosialisasinya dengan teknologi dan informasi yang lebih masif,” tandas Khofifah.

Gubernur Khofifah berharap, MUI dapat memberikan layanan yang lebih solutif bagi kebutuhan-kebutuhan masyarakat, terutama dalam bab fiqih. Seperti persoalan kemasyarakatan, persoalan agama, bahkan persoalan kebangsaan.

Sementara itu, Ketua MUI Jawa Timur Abdul Halim Soebahar mengatakan bahwa fatwa merupakan fungsi paling penting dari kehadiran Majelis Ulama Indonesia. Sebab, fatwa harus selalu diberikan bahkan untuk hal-hal terkecil dalam hidup masyarakat.

“Oleh karena itu, kami sering menyampaikan, kalau MUI Jawa Timur memiliki gedung yang terbaik di Indonesia, marilah khidmat pengurus MUI itu juga berkhidmat dengan kontribusi yang terbaik. Dan alhamdulillah, fatwa MUI itu betul-betul menjadi perhatian,” katanya.

Oleh karenanya, fatwa MUI secara khusus mengikat semua pengurus baik di tingkat pusat, daerah, dan kabupaten-kota. Sehingga, Abdul Halim mengimbau agar Ijtimak Ulama dilakukan dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Turut hadir dalam acara tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim dan Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra.(dan)

Related posts

Dispendik Surabaya Sisipkan TKA di Jalur Prestasi

Rizki

Ini yang Telah Dilakukan KBI dalam Digitalisasi

Rizki

IRB Jatim Turun 36,23 Poin dalam 5 Tahun Ini

Rizki