
Surabaya. NEO DEMOKRSI. COM. Pokja wartawan DPRD Provinsi Jatim bersama Sekretariat DPRD Jatim menggelar Diskusi Indrapura bertajuk ” Kinerja DPRD di Tengah Efisiensi 2026″. di ruang Bamus, DPRD Jatim kawasan Indrapura, Surabaya. Menghadirkan 3 narasumber istimewa, yakni DR Ali Kuncoro selalu Sekretaris DPRD Jatim, H Budiono, Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim dan Solihudin dari Komisi Informasi Jatim.
Sepanjang diskusi berdurasi 3 jam dibahas berbagai tema yang merujuk kepada upaya upaya efisiensi yang dilakukan sekretaris DPRD Jatim dalam upaya melakukan penghematan berbagai bidang. Tidak hanya BBM, listrik sampai yang berkaitan langsung dengan kinerja kedewanan bagi 120 anggota dari 9 fraksi yang ada DPRD Jatim.
Mulai mematikan lift di jam jam tertentu, lampu dan AC sampai pemberlakuan WFH tiap hari Rabu setiap minggunya. Menurut Ali Kuncoro ini adalah bentuk komitmen instansi pemerintah dalam mendukung program efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat.. Berbagai bentuk efisiensi anggaran dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dana hasil efisiensi dapat dialihkan untuk membiayai program-program prioritas yang pada akhirnya diarahkan agar bisa menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Langkah langkah ini pada akhir bulan terbukti efektif mengurangi besaran biaya hingga 20 %, dibanding biaya yg harus kita bayar setiap bulannya” ujar DR Ali Kuncoro, sekretaris DPRD Jatim.
Program kerja WFH setiap Rabu untuk ASN di lingkungan Pemprov Jawa Timur juga merupakan salah satu bagian dari penghematan anggaran. Ketika WFH, semua kebutuhan listrik di kantor DPRD dimatikan, hal ini mampu menekan anggaran cukup signifikan.
Upaya menekan BBM, salah satunya dengan mulai mentradisikan berangkat ke kantor dengan menggunakan fasilitas kendaraan umum, adalah pilihan paling efektif. Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Budiono , sesuai dengan kebiasaan yang saat ini sering dijalaninya dengan memanfaatkan KA berangkat kerja dari Bojonegoro sampai gedung dewan DPRD Jatim di ke Surabaya.
” Saya sarankan agar ASN di lingkungan dewan bisa menggunakan transportasi umum saat berangkat ke kantor., selain murah kita juga bisa hemat energi, tak perlu menggunakan mobil pribadi” ujar politisi Gerindra ini.
Budiono juga jmenegaskan bahwa setiap bulan Komisi A akan menagih laporan dari OPD yang menjadi mitra terkait upaya penghematan yang sudah dilakukan untuk selanjutnya dilakukan evaluasi mengenai efektivitas efisiensi.
“Ini bentuk pengawasan kami, kepada Mitra kerja kami” jelas Budiono.
” Boleh dan bebas menyampaikan usul tentang konsep-konsep, ide ide penghematan, tapi yang penting kalian harus mencontohkan dulu, supaya tahu secara praktis, impementaainya efektif dan sukses menekan anggaran” ujarnya.
Sementara Solihudin dari Komisi Informasi Jawa Timur mengatakan kinerja Setwan DPRD Jatim ampu membuktikan selangkah lebih maju dibanding OPD yang lain di tengah program efisiensi. Seperti diketahui Setwan DPRD Jatim berhasil menduduki peringkat kedua setelah Diskominfo Jatim. Artinya capaian yang berhasil diraih adalah salah satu yang terbaik di Jatim.
” Hasil monev tahun 2025, Sekretariat DPRD Jatim meraih nilai tinggi verifikasi faktual 100, dan presentasi 97,66, dengan total nilai 98,78 dan predikat “informatif”.” kata Solihudin.
Solahudin menyampaikna bahwa dari total 64 badan publik yang dievaluasi, baru 18 yang berhasil meraih predikat informatif. Sisanya masih belum memenuhi standar keterbukaan informasi. (nora)
t
