
Probolinggo, NEODEMOKRASI.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar pasar murah sebagai upaya pengendalian inflasi, ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. Kali ini, Pasar Murah ke-76 tahun 2026 tersebut digelar di Kawasan Wisata Kuliner (Wiskul) Gladak Serang, Kota Probolinggo, Senin (8/6).
Di tengah dinamika harga sejumlah komoditas pangan, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pasar murah bukan sekadar kegiatan penjualan bahan pokok dengan harga terjangkau, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.
“Pasar murah ini merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan demikian, daya beli masyarakat dapat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan,” ujarnya.
Menurut Khofifah, komoditas yang dihadirkan dalam setiap gelaran pasar murah selalu disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat dan perkembangan harga di lapangan, terutama komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi pangan. “Yang kita hadirkan adalah komoditas yang memang paling dibutuhkan masyarakat sehari-hari,” tegasnya.
Khofifah berharap kegiatan pasar murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Pasalnya, terbukti menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Harapannya, kita bisa menggelar kegiatan Pasar Murah ini secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini kita dapat melakukan stabilisasi harga dan pengendalian inflasi secara lebih efektif,” katanya.
Usai meninjau pelaksanaan pasar murah, Gubernur Khofifah bersama Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan Ketua TP PKK Kota Probolinggo Evariani Aminuddin berkesempatan mengunjungi sentra kuliner di kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang. Berbagai produk UMKM dan kuliner khas daerah turut menjadi perhatian. Mulai dari minuman sinom, wedang uwuh, dimsum, bolen tape, lumpia hingga tape khas Probolinggo.
Gubernur Khofifah berharap sentra kuliner dan UMKM di Kota Probolinggo terus berkembang dan semakin produktif sehingga mampu menciptakan lapangan usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Disisi lain, salah satu warga, Susiati, bersyukur adanya pasar murah yang sangat bermanfaat dan dinanti oleh masyarakat Kota Probolinggo. Selain harganya murah, komoditi yang dijual juga banyak carianya sehingga mudah di jangkau. “Allhamdulillah pasar murah ini sangat membantu masyarakat kecil seperti kami,” terangnya.
Harapan yang sama disampaikan oleh Hafidz. Dia berharap agar pasar murah bisa sering dan rutin diselenggarakan setiap minggu. “Kalau bisa pasar murah rutin dilaksanakan setiap minggu atau setiap sebulan sekali Ibu Gubernur,” katanya.(dan)
