
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Ditemukan seorang pria yang diketahui bernama Hasan berusia 36 tahun tergeletak di antara Jalan Sidotopo Sekolahan XII, Rabu (29/4) pukul 07.14 WIB.
Kondisi korban sudah tidak bernyawa dengan beberapa luka bacok di sekitar tubuh korban. Korban merupakan kuli bangunan yang tinggal di Wonokusumo Baru yang jaraknya tidak jauh dari sekitaran lokasi.
Korban Hasan merupakan warga asal Omben, Sampang, yang bekerja sebagai kuli bangunan di Sidotopo Sekolahan VIII. Hal itu diungkapkan kakak korban Holimah (42) warga Jalan Wonokusumo Jaya Baru kepada Harian Bangsa.
“Benar yang meninggal itu adalah adik saya, dia bekerja di sini masih 2 bulan, dan tinggal bersama saya. Saya Tidak tahu kenapa kok dia ada yang membunuh. Awal saya kira dia tertabrak kereta api tapi ternyata dibacok,” ujarnya, Rabu (29/4).
Holimah juga memberikan keterangan bahwa almarhum Hasan selama berangkat kerja biasanya dengan tukang bangunan bernama Teki dan teman sepekerjaan bernama panggilan Paman.
“Biasanya berangkat kerja dan pulang itu berbarengan. Tapi pada pagi tadi tidak bersamaan. Teki tidak berangkat karena ada pesanan. pembuatan boks peti lilin. Sedangkan Paman sudah berada di tempat bangunan, sehingga adik saya berangkat sendiri,” tambah Holimah.
Untuk jenazah korban Hasan kini dilarikan ke RSUD dr. Soetomo. Sedangkan kasus tindakan pembunuhan kini ditanggani oleh Unit Jatanras Polres Tanjung Perak dan Polsek Semampir.
Saat dikonfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Semampir Iptu Suud, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara resmi. “Kasus ini masih kita lidik, dan kasus ini ditarik oleh Polres Tanjung Perak. Jadi sabar ya,” ujar Suud.
Dari keterangan beberapa tetangga yang ada di tempat kejadian, salah satu perangkat kampung RT. 6 RW.15 bernama Suhadak memberikan keterangan bahwa pelaku pembacokan 4 orang.
“Saya tahunya ada 4 orang yang tidak saya kenal berada di gapura Sidotopo Sekolahan XII. Kalau pelaku adalah orang-orang sini yang terpengaruh minuman keras, kok dirasa gak mungkin. Info adanya penusukan kalau gak salah tentang dendam masa lalu,’ ujar Suhadak.
Suhadak menjelaskan bahwa isu yang beredar di sekitaran perkampungan, korban pernah mempunyai masalah dan memutuskan untuk jadi TKI ke Malaysia. Selama 2 tahun di Malaysia kemudian Hasan memutuskan untuk kembali ke Surabaya atau Madura.
“Jadi saat di Malaysia, korban di wanti-wanti oleh kerabatnya agar tidak pulang dulu ke Surabaya atau Madura. Jadi kemungkinan ini dendam lama tapi saya belum mengetahui motifnya apa,” Tutup Suhadak.(dan)
