Neo-Demokrasi
Jatim

“Keterlibatan Masyarakat dalam Penanganan Banjir Jadi Solusi Komprehensif dan Totalitas Tidak Hanya Formalitas Belaka”

Politisi PKS, H Ir Afdhal Muhammad Ihsan

Sidoarjo. NEODEMOKRASI. COM. Intensitas hujan yang cukup deras yang mengguyur Sidoarjo sejak November sampai penghujung awal tahun ini, memicu sejumlah wilayah terendam. Genangan muncul hampir terjadi di beberapa titik dengan jumlah penduduk cukup. padat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBM dan SDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan bahwa curah hujan kali ini berada pada kategori ekstrem, sehingga memicu gennagan air yang tidak dapat ditampung secara optimal.

Potensi hujan deras di wilayah Sidoarjo dengan intensitas panjang dan curah tinggi, mencapai lebih dari 125 mm, sementara kemampuan sistem drainase Sidoarjo hanya dapat menampung curah hujan hingga sekitar 75 mm.

Salah satu faktor yang memperparah genangan adalah menumpuknya sampah di saluran air. Tumpukan sampah membuat aliran air melambat dan pompa tidak dapat langsung beroperasi.

Di Sidokare, setidaknya terdapat tiga pompa utama yang difungsikan untuk mempercepat surutnya genangan. “Di titik ini ada satu pompa, 500 meter ke timur ada satu lagi, dan di sekitar jembatan Sidokare juga ada pompa. Memang kawasan ini rawan genangan, sehingga pompa dipersiapkan secara khusus,” kata Dwi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo juga terus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir, yang kembali menggenangi sejumlah kawasan di Sidoarjo. Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Sabino Mariano menjelaskan upaya penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari normalisasi sungai hingga peningkatan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.

Selain faktor teknis drainase, Sabino menegaskan permasalahan sampah masih menjadi penyumbang utama terhambatnya aliran air.

Menurut H Afdhal Muhammad Ihsan, politisi PKS yang duduk di komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo mengatakan bahwa Pemkab sebenarnya sudah punya rencana besar untuk penanganan banjir Sidoarjo .yang didukung oleh tenaga ahli dari univesitas.

“ini tentu perlu diapresiase .namun menurut kami dokumen masterplan penanganan banjir seolah melupakan peran serta warga dalam upaya penanganan banjir sidoarjo. Mau tidak mau, peran serta warga harus diikutkan dengan cara menumbuhkan kesadaran warga untuk aecara bersama merawat kali, drainase, got, saluran yang ada di lingkungannya.” kata pria yang juga menjabat ketua Fraksi PKS-PPP ini.

Ditambahkannya lebih jauh  bahwa perlu kiranya Pemkab untuk secara terkoordinir dan massif mengkampanyekan sungai/kali bersih dengan misalnya mengadakan lomba yang setiap tahun diadakan antar desa untuk mencari desa yang terbersih lingkungannya atau kalinya.

“Ini tentu perlu diapresiasi, namun menurut kami dokumen masterplan penanganan banjir seolah melupakan peran serta warga dalam upaya penanganan banjir Siidoarjo. Mau tidak mau, peran serta warga harus diikutkan dengan cara menumbuhkan kesadaran warga utntuk aecara bersama merawat kali, drainase, got, saluran yang ada di lingkungannya.” kata pria yang juga menjabat ketua Fraksi PKS-PPP ini.

“Ini penting, karena setiap penanganan banjir yang diupayakan pemkab semisal perbaikan/normalisasi saluran/got hanya akan jadi solusi sementara saja jika kebiasaan warga untuk merawat sungai/kali dengab tidak membuang sampah ke sungai” tambahnya.

“Harapan kami pemkab agar secara serius memstikan bahwa upaya penanganan banjir juga dengan melibatkan semua stakeholder termasuk warga masyarakat jadi solusi yang ada akan komprehensif dan totalitas tidak hanya sekedar formalitas belaka..(nora)

Related posts

BMKG akan Jalin Sinergitas dengan SRPB Jatim

Rizki

Antre Minyak Goreng

neodemokrasi

Catat Kinerja Positif, Penyaluran Kredit Bank Jatim Tumbuh 20,13 Persen

neodemokrasi