Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Sri Wahyuni S. Kep. Ns: “Guru di Kawasan Tertinggal atau Sudah Lama Mengabdi Sudah Waktunya Diperjuangkan Kesejahteraannya “

Sri Wahyuni S. Kep. Ns yang sedang merayakan ultahnya.

Surabaya. NEO DEMOKRASI. COM.  DPRD Provinsi Jatim menggelar rapat paripurna istimewa   dengan agenda utama mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto  secara live dari Gedung MPR RI dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Jumat (15/8/2025).  Pidato berdurasi  cukup panjang itu  mengundang berbagai komentar menarik. Salah satunya  dari Sri Wahyuni, S. Kep. Ns, wakil ketua DPRD Provinsi Jatim dari partai Demokrat.

“Kita mendukung penuh semua program-program pemerintah pusat yang berpihak kepada rakyat. Banyak sekali tadi. Soal kemiskinan, pengangguran, pembukaan sekolah,  pembukaan fakultas kedokteran. . Potensi-potensi kadang yang terlihat saat ini kadang tidak sama dengan yang di bawah kenyataannya. Kita berusaha melakukan yang terbaik dan mendukung penuh program-programnya pemerintah asal itu berpihak pada rakyat” ujar Yuni saat ditemui di ruang kerjanya.

Ditambahkannya, bahwa dalam hal ini presiden Prabowo juga menyampaikan banyak hal mulai soal. potensi kekayaan alam. Dan program program yang sudah banyak terealisasi. Mulai dari MBG, sekolah Rakyat, koperasi desa dan lain sebagainya.

” Menurut saya kok ini mungkin September ini baru mula secarai keseluruhan, karena beberapa SPPD kan baru disetujui, kan belum semuanya.  Sekolah rakyat juga sudah mulai. Koperasi Merah Putih mulai secara bertahap . Ada sebagian yang sudah, ada yang belum berjalan dengan baik karena ya kooperasi kan harus didukung dana . Juga di desa itu kan sudah ada Bumdes,  kopwan- kopwan yang lain juga” tambah politisi perempuan Demokrat ini.

Terkait rencana Pak Prabowo yang punya konsep untuk membuka beberapa fakultas kedokteran di beberapa universitas di beberapa wilayah di Indonesia. Kita tahu bahwa prosedur untuk masuk kedokteran itu kualifikasinya cukup berat.

” Enggak apa-apa tidak ada salahnya, mimpi kan diucapkan dulu walaupun nanti realisanya kapan kan kita enggak tahu, itu kan ya bagus juga programnya tu nanti kan ke depan diharapkan kan banyak mempermudah adanya tenaga medis Tenaga medis yang bisa menjangkau daerah-daerah tertentu. Nah, kita juga belum tahu konsepnya bagaimana. Apakah sama dengan kalau misalkan digabung dengan pendidikan militer terus sama kedua-dua sebenarnya “.jelasnya.

” Saya mendukung semua program. Ya, mendukung.  Kalau guru yang dibawah, kalau dosen itu kan banyak universitas yang gajinya kan sudah tinggi ya kalau universitas. Tapi kalau guru-guru yang dibawah, saya mendukung kalau misalkan itu disejahterakan, dinaikkan. Misalkan dari guru-guru Paud, guru TK, guru-guru GTT yang belum terakomodir, harus diperjuangkan.  Mungkin kerjasama dengan kabupaten. Kalau PADnya kabupaten tinggi kan mungkin diangkat dari kabupaten, dari pusat.  Seperti di Bojonegoro, itu kan orang angkat P3K kan dari Kabupaten, kan seperti itu. Mungkin solusinya seperti itu. Kalau keadaannya kabupaten-kabupaten yang besar-besar mungkin masih bisa, tapi kalau yang desa terkecil, mungkin belum. Guru yang mengajar di kawasan-awasan yang tertinggal . Mungkin paling tidak sedikit diperjuangkan lah kalau memang itu guru yang sudah lama., sudah lama mengabdi” pungkasnya. (nora)

Related posts

Inovboyo 2025 Jadi Laboratorium Kreativitas dan Budaya

Rizki

Teken Kerja Sama dengan PT Petrokimia Gresik, Bank Jatim Dukung Proyek Phonska V

neodemokrasi

Pemkot Surabaya dan BPS Sinkronkan Data

Rizki