
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM– Pemkot Surabaya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan sosialisasi Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital) kepada warga, Kamis (4/6). Sosialisasi tersebut dilakukan di dua lokasi, yang pertama di Joglo Cak Markeso, Jalan Ketandan Lor dan Kantor Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng.
Dalam sosialisasi ini, jajaran Komdigi bersama Pemkot Surabaya bergerak bersama melakukan uji coba pendaftaran Perlinsos Digital kepada warga. Saat sosialisasi, Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Komdigi Wijayakusuma Wardana bersama Pelaksana harian (Plh) Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDLN) Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mensuseno turut hadir memberikan pendampingan warga.
Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Komdigi Wijayakusuma Wardana mengatakan, sosialisasi ini bagian dari uji coba implementasi Perlinsos Digital kepada beberapa warga yang ada di dalam Desil 1-4. Tujuan sosialisasi ini untuk mengintegrasikan pelaksanaan penyaluran bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah pusat agar tepat sasaran.
“Kita mencoba menerapkan digitalisasi, mulai dari melakukan verifikasi wajah dan juga data-datanya, apakah mereka termasuk penerima yang layak atau tidak layak,” kata Wijayakusuma.
Saat sosialisasi dan dilakukan uji coba, Wijayakusuma menyebutkan, sempat terjadi beberapa kendala pada saat warga melakukan pendaftaran Perlinsos Digital. Dirinya mengungkapkan, kendala tersebut terjadi di dalam sistem aplikasi Perlinsos Digital. Meski demikian, sistem ini akan terus dilakukan uji coba secara terus menerus untuk meminimalisir terjadinya kendala di kemudian hari.
“Kendala ini sudah kita lihat, dan sudah ditemukan solusinya, alhamdulillah sudah ditemukan dan sudah bisa berjalan. Dan ini memang harus terus menerus dilakukan pelatihan dan uji coba, baik dari agen maupun mandiri,” sebutnya.
Disamping itu, Pelaksana harian (Plh) Direktur IDLN Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri Mensuseno mengatakan, Surabaya saat ini dijadikan sebagai salah satu kota pilot project Perlinsos Digital oleh Pemerintah Pusat.
Dalam penerapannya, penerima Bansos tidak harus memiliki perangkat elektronik, karena pemkot telah menyiapkan agen atau ASN Pendamping untuk membantu warga melakukan pendaftaran Perlinsos Digital. Bagi yang memiliki perangkat elektronik atau handphone, juga bisa melakukan pendaftaran secara mandiri.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, bahwa pemkot telah menyiapkan agen atau ASN Pendamping untuk memudahkan warga untuk melakukan pendaftaran Perlinsos Digital. Agen-agen itu terdiri dari ketua RT, RW, hingga ASN. Jumlah agen yang tersedia di Kota Surabaya ada sekitar 12.500 orang yang siap membantu warga untuk mendaftar Perlinsos Digital.
Eddy menjelaskan, setiap warga yang mendaftar Perlinsos Digital akan ketahuan mana yang layak dan tidak layak untuk menerima bansos. Karena, penilaian kelayakan itu berdasarkan data dari Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang terhubung ke 16 lembaga dan kementerian di Indonesia.(dan)
