Neo-Demokrasi
Headline Jatim Kesra

Peternak Bojonegoro Didorong Tingkatkan Produktivitas Ayam Petelur dengan Nano Ekstrak Meniran

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat FKH Unair kepada kelompok peternak ayam petelur di Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Bojonegoro, NEODEMOKRASI.COM – Upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan ayam petelur terus dilakukan melalui penerapan teknologi pakan berbasis bahan alami.

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) memperkenalkan inovasi feed additive nano ekstrak meniran dan bekatul fermentasi kepada kelompok peternak ayam petelur di Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut digelar pada Rabu (12/8) dan diikuti sekitar 20 peternak yang tergabung dalam kelompok ternak Rejo Bejoyo dan Manunggal Bersama. Program ini hadir sebagai respons terhadap persoalan yang dihadapi peternak. Terutama tingginya biaya pakan dan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas ayam petelur.

Para peternak menyambut antusias kegiatan tersebut. Kehadiran akademisi FKH Unair  memberikan kesempatan bagi kelompok ternak untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus berdiskusi secara langsung mengenai teknologi pakan dan manajemen pemeliharaan ayam petelur.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah nano ekstrak meniran (Phyllanthus niruri). Ekstrak tanaman meniran tersebut diproses menggunakan teknologi nano. Tujuannya untuk meningkatkan kemudahan penyerapan kandungan ekstraknya.

Melalui penambahan nano ekstrak meniran pada pakan, teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung sistem imun dan kesehatan saluran pencernaan ayam. Dengan kondisi kesehatan yang lebih baik, produktivitas ayam petelur diharapkan dapat meningkat.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKH Unair Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M.Kes., menyampaikan bahwa penerapan pakan dengan nano ekstrak meniran menunjukkan hasil positif. Terutama dalam peningkatan produksi sekaligus upaya menekan biaya pakan.

Sementara itu, Prof. Sri Hidanah menjelaskan bahwa berbagai penelitian pada ayam menunjukkan potensi meniran dalam mendukung pertumbuhan, kesehatan, daya tahan tubuh, kualitas telur, dan produktivitas.

Pengembangan nano ekstrak meniran juga menjadi salah satu alternatif bahan alami yang berpotensi dimanfaatkan sebagai imunomodulator atau imunostimulan. Khususnya dalam upaya mencari alternatif terhadap Antibiotic Growth Promoter (AGP) yang telah dilarang penggunaannya dalam dunia peternakan.

Tidak hanya meniran, FKH Unair juga mengenalkan teknologi fermentasi bekatul menggunakan fermentor. Teknologi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas bekatul sebagai bahan pakan.

Prof. Widya Lokapirnasari menjelaskan bahwa kandungan serat kasar bekatul yang terlalu tinggi dapat mengganggu proses pencernaan ayam. Karena itu, proses fermentasi diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas bahan pakan sebelum diberikan kepada ternak.

Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi peternak untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan pakan sekaligus mendukung efisiensi usaha peternakan.

Persoalan penggunaan antibiotik juga menjadi salah satu topik yang menarik perhatian peternak. Dalam sesi diskusi, peternak menanyakan penggunaan herbal secara bersamaan dengan antibiotik serta penggunaan antibiotik untuk mencegah penyakit.

Tim narasumber menjelaskan bahwa antibiotik digunakan untuk pengobatan ketika terdapat indikasi penyakit dan tidak dianjurkan digunakan secara rutin untuk pencegahan. Dalam penerapan teknologi yang dibahas, penggunaan antibiotik juga tidak dilakukan bersamaan dengan herbal.

Melalui kegiatan tersebut, FKH Unair berharap teknologi nano ekstrak meniran dan fermentasi bekatul tidak hanya meningkatkan pengetahuan peternak, tetapi juga dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam usaha peternakan. Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu mendukung kesehatan ayam, meningkatkan produktivitas telur, sekaligus membantu menekan biaya produksi di tingkat peternak.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjembatani hasil inovasi dan penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat. Dengan pendampingan dan penerapan teknologi yang tepat, kelompok peternak di Bojonegoro diharapkan semakin mampu mengembangkan usaha ayam petelur secara produktif dan mandiri.

Tim pengabdian menyampaikan terima kasih kepada Universitas Airlangga, Lembaga Pengembangan Masyarakat dan Bisnis (LPMB) Unair, serta Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga atas dukungan dan kontribusinya dalam mendukung terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.(dan)

Related posts

Tiga Tempat Ibadah Tangguh Ditinjau Bupati Mojokerto

neodemokrasi

Pemuda tanpa Identitas Tewas Usai Tabrak Tiang PJU

Rizki

Pemkot Surabaya Sabet Opini WTP 14 Kali Berturut-turut

Rizki