
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Slamet Moelyadi (55) warga Jalan Kupang Segunting III, Surabaya yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di Jalan Tengku Umar, ternyata adalah gitaris lokal yang biasa mengisi musik di kafe-kafe.
Sebelumnya diberitakan pemusik ini ditemukan bersimbah darah di tangan kanannya, Rabu (16/9) sekitar pukul 01.20 WIB. Barang berharga miliknya tidak hilang. Motor Honda Vario L 2681 J, gitar, serta dompetnya masih ada.
Kakak ipar korban, Agus, warga Jalan Kupang Segunting III mengatakan, memang KTP korban masih ikut alamatnya. “Tapi dia tinggal di Petemon Timur bersama istrinya,” ujar Agus, Kamis (17/9).
Agus juga mengatakan, saat ini adik iparnya sudah menjalani operasi di tangannya, dan sekarang masa pemulihan. “Jadi kemarin adik ipar sempat cerita bahwa dirinya merupakan korban begal. Ada tiga pelaku yang membawa sajam ingin merampas motornya, tapi sama adik saya dilawan,” cerita Agus.
Rutinitas Slamet Moelyadi sebagai musisi sering tampil di kafe-kafe sekitaran Tegalsari dan Sawahan. Dia sering pulang dini hari. Hal ini menjadi incaran para pelaku begal.
“Kemungkinan adik saya itu sudah diincar oleh para pelaku, karena tiap pulang ke rumahnya di Jalan Petemon Timur selalu dini hari dan sendiri. Nah, saat pulang sendiri itulah pelaku nekat membacok adik saya untuk merampas motornya,” tutup Agus.(dan)
