Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Penghuni Kos Diduga Sikat HP dan AC

Yuliana menujukan laporan polisi dugaan pencurian yang dilakukan RIW.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Seorang ibu memviralkan ke media sosial tentang kecurigaan terhadap salah satu penghuni kos yang tinggal di tempatnya. Meliani (45) warga Jalan Nias, Gubeng melaporkan salah satu penghuni kosnya bernama RIW alias Rio (36), warga asal Jember. RIWdicurigai mencuri handphone (HP) penghuni kos lainnya bernama Yuliana. Dia  juga  telah mencuri AC portabel.

Yuliana (39), warga Banyuwangi bersama Meliani, tuan rumah, melaporkan ke Polsek Gubeng. “Jadi setelah anak kos Yuliana kehilangan HP seharga Rp 4,5 juta, ternyata saya juga kehilangan AC portabel. Saat itu juga saya laporan ke polsek. Sempat terduga yang kita curigai RIW kita desak dan tanya, tapi tidak menjawab,” ujarnya, Senin (11/8).

Setelah melaporkan ke polisi, Polsek Gubeng bersama tiga pilar ke tempat kejadian. “Jadi besoknya polisi datang ke rumah saya, dan memeriksa RIW yang kebetulan di rumah saya. Memang tidak menemukan HP milik Yuliana tapi ditemukan sekitar 29 HP yang dikuasai oleh RIW,” tambah Meliani.

Pada Senin dini hari, tenryata RIW  sudah kabur dari tempat kos-kosan tanpa diketahui pemilik kos Meliani.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Gubeng Iptu Dwi Susanto membenarkan pihaknya mendapatkan laporan atas kehilangan HP dan pada esok harinya menuju tempat kejadian. “Selama pemeriksaan dan penggeledahan tidak kami temukan HP,” ujarnya, Senin (11/8).

Pendapat lain tentang RIW diungkapkan Hari (58), selaku ketua RT setempat. Hari menceritakan bahwa RIW dan Rio mempunyai tipikal buruk. “Sebelum kos di Ibu Meliani,  RIW juga sempat kos ke tempat saya hampir 1 tahun. Selama kos kerap tidak membayar dan akhirnya saya suruh pindah. Nah, sekarang RIW membuat ulah ke tempat kos lainnya,” tegas Hari.(dan)

 

Related posts

Gubernur Khofifah dan Bupati Tuban Bagikan Santunan pada Anak Yatim

Rizki

Satukan Aduan DPRD dengan Aplikasi WargaKu

Rizki

Warga Taman Bawa Sabu, Dibekuk Polisi

neodemokrasi