
SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Pembacokan terjadi di belakang halaman Masjid Shirothol Mustaqim, Senin (19/5) pukul 17.30 WIB. Aksi ini menyebabkan pria berinisial SA (24), warga Jalan Bulak Banteng Madya X, tewas di lokasi dengan kondisi luka di sekujur tubuhnya.
Pelaku pembacokan diduga adalah penjual Toko Madura yang berada di Jalan Kediding Lor (samping Gang 1). Toko yang berpagar coklat tua itu, kini tutup pasca peristiwa pembacokan. Tewasnya SA membuat Polsek Kenjeran dibantu oleh Unit Resmob dan Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Saya sempat lihat korban mengunakan sarung dan mengendarai motor berhenti karena kehabisan bensin tidak jauh dari Toko Madura pagar coklat. Lalu orang itu mundur ke Toko Madura,” ujar Anisa, salah satu warga, Selasa (20/5).
Menurutnya, dipastikan orang itu (korban) motornya kehabisan bensin. Tidak lama kemudian ada teriakan maling-maling, dan yang menggunakan motor itu lari menuju belakang masjid Jalan Kedinding Lor. Saya tidak berani melihat karena infonya dibacok,” tambahannya lagi.
Rekaman CCTV di masjid memperlihatkan seseorang lari menuju ke dalam masjid. Kemudian disusul terduga pelaku yang mengenakan kaos singlet hitam tanpa lengan mengejar korban. Terduga pelaku mengenakan sarung sambil membawa sesuatu diduga senjata tajam (sajam) di tangan kirinya.
Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andrianto menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksan kepada saksi-saksi di tempat kejadian serta keluarga korban pembacokan. Juga penggalian identitas penjual di Toko Maduran berpagar besi coklat.
“Kami masih terkendala terkait identitas pelaku karena penjaga Toko Madura itu baru berjualan 2 bulan. Identitasnya belum dilampirkan ke ketua RT maupun RW. Namun upaya kita secepat mungkin. Malam ini atau besok harus tertangkap,” tambahnya.
“Moga moga malam ini pelaku pembacokan bisa tertangkap, karena bisa jelas motif pembacokan. Kalau karena tidak membayar bensin dan pelaku nekat membacok kurang masuk akal. Makanya kalau pelaku tertangkap baru bisa diketahui motifnya,” tambah Yuyus Andrianto.
Petugas Inafis dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan olah TKP dan identifikasi jenazah. Sementara itu, jasad korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Dinas Sosial ke kamar jenazah RS Bhayangkara Surabaya.(dan)
