
Sidoarjo.NEODEMOKRASI.COM. Di masa mewabahnya pandemi covid 19, yang belum memberikan tanda tanda akan berakhir, prosedur screening sangat penting dilakukan terutama bagi mereka yang masih aktif berkegiatan selama PPKM. Prosedur screening sangat penting demi keamanan diri dan orang di sekitarnya, termasuk petugas medis yang menangani. Tindakan Screening atau penyaringan Covid-19 merupakan langkah penting dalam mencegah penularan virus corona ini. Screening merupakan tindakan tahap awal yang dilakukan petugas kesehatan terhadap orang yang datang ke layanan kesehatan. Dari prosedur awal ini , akan ditentukan tindakan selanjutnya, apakah orang tersebut harus segera dirujuk ke rumah sakit khusus Covid-19, perlu menjalani tes permulaan, atau bisa diperiksa secara umum sesuai dengan keluhan. Screening Covid-19 dilakukan oleh petugas medis yang berkompeten sesuai dengan pedoman protokol penanganan Covid-19 yang diterbitkan Kemenkes. Screening bisa dilakukan di faskes tingkat pertama, puskesmas atau rumah sakit.
Sejatinya, pemerintah sudah berupaya keras untuk mencarikan solusi atas pandemi yang berkepanjangan ini. Salah satunya, gerakan percepatan vaksinasi merampungkan target vaksinasi 70 persen secara nasional pada November 2021. Sehingga, herd community atau kekebalan komunal segera terbentuk. Senyampang program vaksinasi gencar digelar di banyak tempat. Tes diagnosa Covid-19 juga masih terus dilaksanakan.
Dalam kondisi di mana masyarakat sedang menghadapi krisis segala aspek dan keterpurukan ekonomi yang sangat parah, masih banyak kita temukan masyarakat yang nekat tetap beraktifitas di masa PPKM. Selain tuntutan terpenuhinya kebutuhan dan hajat hidup, juga tidak adanya bantuan yang bisa dijadikan jaminan untuk bisa bertahan hidup di hari hari berikutnya.
“ Kita sedang dalam kondisi kedaruratan nasional, darurat kesehatan jiwa dan raga, dalam kondisi ini kita hanya punya dua pilihan, mati karena sakit atau mati karena kelaparan. Nah untuk itu masyarakat harus sadar pentingnya screening agar bisa menjaga diri dan orang lain. Dengan memantau kesehatan diri, keluhan bisa ditangani lebih dini. Dan keberadaannya tidak membahayakan dan menularkan orang lain.” Kata Dr Benjamin Kristianto MARS, anggota Komsi E, DPRD Jatim dari Partai Gerindra
Masih menurut politisi yang juga dokter lulusan Unpad Bandung ini, ada banyak metode screening covid 19, mulai rapidtest Antigen, PCR swab dan Genose-19. Sejatinya, pemeriksaan swab PCR berguna untuk mengkonfirmasi status seseorang apakah positif atau negatif Covid-19. Berdasarkan protokol penanganan Covid-19, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, ada dua cara screening Covid-19. Yakni rapid test untuk memeriksa keberadaan antibodi. Pemeriksaan dengan mengambil sampel darah terduga pasien corona. Cara kedua, swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR). dengan mengambil sampel cairan dari pangkal hidung atau tenggorokan pasien.
Sebagai bentuk pengabdian dan empati terhadap masyarakat yang terdampak pandemi dan PPKM, Pemilik RS Shelia Media ini menyediakan layanan screening Antigen dan PCR dangan tarif sangat ekonomis. Khusus screening covid19 untuk SWAB Antigen, ia hanya mematok tarif Rp 35 ribu dan layanan PCR hanya Rp 380 ribu. Screening murah ini sangat berguna bagi para pelaku usaha yang hendak melakukan penerbangan dengan Lion Air . Khusus mereka yang terbang menggunakan Citilink, berlaku tarif PCR Rp 400 ribu. Harapannya, upaya ini bisa menghidupkan kembali industri penerbangan. Memudahkan akses perjalnan para pengusaha yang pada akhirnya menggeliatkan laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
“Masyarakat perlu sekali dibantu dan diselamatkan. Layanan tarif murah ini kami sediakan agar mampu dijangkau seluruh lapisan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Kondisi masyarakat sudah sangat susah, jangan lagi kita bebani dengan tarif tarif pelayanan kesehatan yang mahal-mahal. Bisa membantu masayarakat itu memberikan kepuasan yang tiada taranya, makanya kami tak pernah berpikir profit. Kita hanya ingin mewujutkan masyarakat yang sehat dan beraktiftas secara sehat pula, terhingga tercipta iklim positif dan kondusif bagi seluruh masyarakat. Yang bekerjapun bisa beraktifitas secara aman dan nyaman karena faham bagaimana menjalankan disiplin prokes ”, harap dokter yang buka praktik layanan tarif ekonomis di kawasan Semambung, Gedangan, Sidoarjo ini.
Sensitifitas untuk bisa membantu sesama selalu ia tradisikan dalam kehidupan sehari harinya. mulai sosialisasi prokes, gerakan 5M dan 3M, screening hingga gerakan tilik warga untuk program pendampingan pasien isoman. Dokter yang melanjutkan prodi S2 Manajemen Rumah Sakit(MARS) di Unair Surabaya ini juga menyalurkan bantuan sembako dan paket nasi kotak untuk 1000 warga di dua kecamatan di wilayah Sidoarjo, yakni Punggul Gedangan dan Kedung Rejo, Waru, Sidoarjo. Agar bantuan yang ia salurkan tepat guna dan tepat sasaran, pria yang juga ketua Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Partai Gerinda ia lebih banyak memilih turun langsung menyisir ke rumah rumah warga untuk memberikan bantuan langsung. (nora)
