Neo-Demokrasi
Gadgets Headline Umum

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne

Brida Surabaya mengembangkan Game Web Mangrove Throne di KRM.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surabaya menghadirkan inovasi baru berbasis teknologi untuk mengajak generasi muda lebih aktif bergerak sekaligus mencintai lingkungan. Inovasi tersebut berupa game online berbasis web bernama mangrovethrone.com yang disiapkan secara khusus untuk dimainkan di kawasan Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya.

Inovasi interaktif ini dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada Sabtu (25/7) lalu , bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) KRM yang ke-3.

Kepala Brida Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji menjelaskan bahwa pengembangan game ini dilatarbelakangi oleh fenomena anak-anak sekolah usia SD, SMP, hingga SMA yang gemar bermain game, tetapi cenderung pasif dan menghabiskan waktu berjam-jam di dalam kamar. Untuk mengatasi pola hidup yang kurang sehat tersebut, Brida merancang game bermodel geolocation dan daily care.

“Anak-anak kita suka main game, tapi biasanya duduk di kamar berjam-jam. Itu kan tidak sehat. Dengan permainan ini, anak-anak didorong harus bermain di luar rumah dalam hal ini KRM yang udaranya segar dan bagus, sehingga anak-anak jadi lebih sehat,” ujar Agus Imam Sonhaji, Selasa (21/7).

Agus membeberkan, alur cerita game ini mengangkat narasi tiga kerajaan hewan di kawasan Mangrove yang mewakili figur lokal, yakni Rajoboyo (Kerajaan Tahta Sungai), Ratu Sura (Kerajaan Laut), dan Pangeran Kera (Kerajaan Mangrove).

Dalam permainan, ketiga kerajaan yang awalnya kurang rukun ini didorong untuk berkolaborasi melawan monster-monster yang merupakan perwujudan masalah nyata di dunia nyata, seperti sampah plastik, sampah medis, hingga polusi udara.

Selain bertarung melawan sampah, unsur daily care mewajibkan pemain untuk merawat karakter hewannya agar tetap kenyang, sehat, dan bahagia.

Sementara itu, pengembang game mangrovethrone.com, David Hermansyah mengatakan bahwa format game berupa web apps sengaja dipilih untuk menjamin inklusivitas agar dapat diakses oleh beragam jenis gadget tanpa terkendala spesifikasi perangkat.

“Kenapa kita tidak bikin aplikasi Android atau iOS, karena kalau gadget-nya berbeda atau jadul, itu susah. Makanya kita bikin web apps supaya cukup menuju ke websitenya, mereka sudah bisa langsung main,” jelas David.

David menerangkan bahwa mekanisme permainan mengadopsi konsep populer ala Pokemon Go dan Tamagotchi, yaitu mengumpulkan karakter dan migrasi, dalam hal ini pemain dapat mengumpulkan hewan di titik-titik lokasi KRM. Bahkan, game ini menghadirkan karakter hewan langka atau season, seperti kawanan burung migrasi asal Australia yang muncul tiap enam bulan sekali.

Selain itu, karakter hewan yang sudah ditemukan juga harus dirawat di lokasi KRM untuk menjaga indikator kebahagiaan dan kehitungannya. Pemain dapat melakukan tukar-menukar kartu karakter, membagikan pencapaian ke media sosial hingga melakukan pertarungan antar-hewan dalam jarak dekat sekitar 100 meter secara nyata di lokasi.

Keseruan bermain mangrovethrone.com dirasakan langsung oleh siswa SMPN 48 Surabaya Iqbal Surya Pratama. Menurutnya, permainan ini cukup seru dan membuatnya harus berkeliling KRM untuk mendapatkan hewan yang diinginkan.

“Seru permainannya, bisa keliling juga dapat hewan yang macam-macam. Nanti, mau kesini lagi dan coba main supaya dapat Cobra. Karena, saya baru tau kalau di lingkungan mangrove ada Cobranya,” tandasnya.(dan)

Related posts

Dua Caleg Partai Garuda Berlian Aniek Herlina dan Widia Ari Susanti Terjun ke Karangpilang

Rizki

Scan MyPeugeot, Membuat Segalanya Lebih Mudah

Rizki

Relawan Jurnalis Adakan Fogging bagi Warga Perumahan

Rizki