Neo-Demokrasi
Pilkada

Beredar Selebaran Profil Eri Cahyadi

Foto: Beredar flyer berisikan profil dan kampanye Kepala Bapeko Surabaya Eri Cahyadi.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Anggota DPRD Surabaya Mahfudz memberikan reaksi keras atas beredarnya flyer atau selebaran berfoto berisikan profil dan kampanye Kepala Bapeko Surabaya Eri Cahyadi. Beredarnya flyer dinilai sebagai tindakan tidak etis dari Eri yang masih menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN)

Mahfudz menjelaskan, selebaran ditemukan di kawasan Gubeng Surabaya yang menjadi salah satu dapilnya. Setelah melakukan penelusuran ternyata selebaran tersebut banyak diterima oleh puluhan masyarakat. Dia pun menunjukkan satu lembar selebaran bewarna merah dengan berisi foto Eri Cahyadi berdiri di samping foto setengah badan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Adapun dalam selebaran itu berisikan profil Eri selama menjalani karir sebagai seorang ASN. Di belakang flyer bolak-balik itu juga berisi program-program kerja yang dikerjakan Eri selama jabatannya di pemerintahan Kota Surabaya. Ada juga pemaparan persamaan Eri Cahyadi dengan Walikota Risma juga “Kenapa memdukung Eri Cahyadi”.

Temuan ini membuat Mahfudz mengkritisinya. Pasalnya, banyak selebaran berbau kampanye Eri ini sudah menyebar. “Ini sudah gak etis.Kalau mau maju ya maju monggo. Kalau enggak ya enggak.” tegas Mahfudz.

Anggota Fraksi PKB ini menyayangkan sikap Eri Cahyadi sejauh ini. Mahfudz meminta Eri melepas atau mengundurkan diri dari jabatannya Kepala Bapeko atau status ASN. Mahfud menduga selama ini Eri bersafari menggunakan fasilitas negara yang berasal dari APBD.

“Selama ini dia kemana pun atas nama Bappeko. Kita gak khawatir apa-apa. Tapi dia kemana mana melekat atribut ASN nya dan membawa nama Bapeko otomatis pakai mngunakan fasilitas  negara pakai dana APBD,” terusnya.

Akibat tindakan itu, lanjut Mahfudz, masyarakat kini semakin banyak yang tergiring. Hasilnya, beredarnya flyer ataupun upaya lainnya ini berhasil membangun opini publik menjelang Pilwali Kota Surabaya 23 September nanti.

Ssmentara itu, tudingan Mahfudz bahwa pemasangan spanduk dan brosur Eri Cahyadi dilakukan oleh Eri sendiri dibantah sejumlah warga. Mereka menegaskan bahwa gerakan tersebut murni inisiatif mereka sendiri.

Salah satunya adalah Sabar Swastono, warga Maspati, Kecamatan Genteng. “Kami pasang spanduk sendiri. Urunan sendiri. Kami ini warga Maspati yang secara sukarela melakukan semua agar Pak Eri Cahyadi mencalonkan diri. Kami mengekspresikan dukungan politik kami. Apa ini salah?” kata tokoh kampung Maspati yang akrab disapa Cak Sabar tersebut.

Begitu juga soal brosur profil Eri Cahyadi. Dalam brosur tersebut disebutkan bahwa Eri Cahyadi yang seorang birokrat di Pemkot Surabaya adalah orang kepercayaan Wali Kota Tri Rismaharini. Karena sudah lama menjadi bawahan langsung Risma, Eri adalah sosok yang bisa meneruskan kebaikan yang sudah dibangun di Surabaya selama ini.

“Brosur-brosur itu dibuat oleh anak-anak muda. Mereka berinisiatif membuatnya karena orang perlu tahu lebih banyak soal Pak Eri. Saya lantas mengusulkan agar penyebarannya dibantu teman-teman loper koran yang juga pernah berinteraksi dengan Pak Eri,” katanya.

Semua aktivitas tersebut, kata Sabar, tidak satupun yang melibatkan Eri Cahyadi. “Kenapa Pak Eri diserang? Apa karena takut saingan? Apa grogi sama calon yang didoron warga Surabaya sendiri?” tambahnya..

Cak Sabar juga mengkritik pernyataan Mahfudz yang sama sekali tidak mencerminkan kesantunan publik.“Tidak pantas seorang anggota dewan yang terhormat mengatakan itu. Seharusnya beliau memberi contoh komunikasi politik yang baik,” kata Cak Sabar yang merupakan salah satu inisiator Kampung Lawas Maspati tersebut.

Hal yang sama diungkapkan Cak Gembos, warga Sawahan. Dia mengatakan bahwa spanduk dan brosur adalah gerakan warga. “Kami menggunakan hak politik kami untuk memilih calon kami. Kenapa mereka yang marah?” katanya.

Cak Gembos mengatakan bahwa spanduk tersebut hasil patungan warga. “Ongkos spanduk berapa sih? Kami warga masih kuat kok kalau cuma urunan bikin spanduk. Kalau urunan dapat rekom jelas kami nggak kuat,” katanya. (jee/dan)

Related posts

Targetkan Menang 60 Persen, PKS Gelar Roadshow Se-Jatim

neodemokrasi

Khofifah Diskusi dengan Majelis Agung GKJW di Balewiyata

Rizki

Kang Irwan Diamanahi Presiden PKS soal Pilkada

Rizki