
Malang.NEO DEMOKRASI.COM –Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk membuat konten. Lebih jauh lagi, kehadirannya harus mampu dioptimalisasi lebih kreatif dann inovatif untuk memperomosikan potensi dan kekayaan budaya suatu daerah . Salah satunya memperkenalkan jejak sejarah Majapahit ke seluruh dunia.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi E, DPRD Jawa Timur dari Dapil Malang Raya, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, MM, saat menjadi narasumber dalam workshop “Sinergitas Media Digital untuk Jejak Majapahit yang Mendunia” dengan tema “Transformasi di Era Digital 5.0: Pemanfaatan Artificial Intelligence Secara Kritis, Etis dan Kreatif”, yang digelar Kominfo Provinsi Jawa Timur bersama sekitar 100 pegiat media sosial Kota Malang, pada Senin (24/8/2026).
Dr. Puguh Wiji Pamungkas, MM, sengaja dihadirkan karena politisi PKS ini juga memiliki kegudang mengalaman sebagai coach dengan mengantongi beberapa sertifikat diantaranya,
Certified Grounded Business Coaching, Certified Grounded Leadership Coaching, Certified Professional Mentor, Certified SME Business Coach, Certified Professional Trainer, Certified Corporate Coach, dan Certified Total Life Coach.Yang mendukung bidang pengembangan sumber daya manusia, bisnis, pelatihan, dan pemberdayaan pelaku UMKM.
Puguh juga tercatat sebagai Presiden Gemantara Indonesia. Juga pendamping UMKM BNSP serta Fasilitator Diklat UMKM BNSP . Puguh saat ini menjabat Ketua III ICMI Orda Malang dan Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Malang Raya.
Lebih jauh Puguh mengatakan, AI harus digunakan secara kritis dengan selalu mengecek terlebih dahulu, dan memeriksa kebenaran informasi yang dihasilkan, etis dengan menjaga privasi dan mencegah diskriminasi, serta kreatif untuk menghasilkan gagasan dan solusi baru yang lebih inovatif.
“AI harus dimanfaatkan secara kritis, etis, dan kreatif. Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna, tetapi tidak memahami risiko dan tanggung jawab di balik teknologi tersebut,” ujar Puguh.
Mengutip The 2025 AI Index Report dari Stanford HAI yang mencatat 78 persen organisasi telah menggunakan AI pada 2024, meningkat dari 55 persen pada 2023.. Kehadiran AiI juga membawa perubahan terhadap dunia kerja. Mengutip International Labour Organization (ILO), sekitar satu dari empat pekerja di dunia berisiko AI generatif.
“Dampak yang ditimbulkan bukan kehilangan pekerjaan , tetapi tugas-tugas dalam pekerjaan akan berubah. Karena itu, masyarakat harus menyiapkan kompetensi baru agar tidak kena resiko dampak AI,” jelasnya.
Puguh dalam sepanjang kariernya juga sudah menghasilka tiga buku diantaranya, Merawat Optimisme Merencanakan Kemustahilan, Makmur Mulia dari Desa , dan Politik Identitas dan Politik Isi Tas. Aktif di beberapa organisasi yakni Indonesia Marketing Association (IMA) Malang serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Malang.
Menurutnya, AI juga mendukung sektor ekonomi kreatf, dunia pendidikan, pariwisata, hingga pelayanan umum.. Termasuk bagaimana generasi muda dan pegiat media sosial bisa mengkreasikan sejarah dan budaya Majapahit dengan menjadi lebih menarik sehingga memancing minat global.
“AI bagi kebijakan publik bukan sekadar membuat layanan pemerintah lebih modern. AI harus membantu pemerintah mengambil keputusan lebih akurat, meningkatkan daya saing kota pendidikan, dan mampu menyelesaikan persoalan masyarakat secara kreatif serta inklusif,” tegasnya.(!nora)
