Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Pemprov Jatim Manfaatkan AI untuk Penyelenggaraan Pemerintahan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan dua penghargaan yang diraih.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meraih dua penghargaan dalam ajang Garuda AI Impact Summit 2026. Penghargaan diraih Pemprov Jatim atas inovasi penggunaan AI dalam mendukung sistem pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Ajang Garuda AI Impact Summit 2026 digelar di The Ritz-Carlton Jakarta. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian program AI skilling nasional yang selama satu tahun terakhir telah menjangkau lebih dari 145.000 peserta dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum di berbagai wilayah Indonesia.

Acara yang digelar oleh Binar dan Microsoft ini juga memberikan apresiasi melalui AI Awarding Night kepada individu ASN dan instansi pemerintah yang telah menunjukkan kontribusi dalam mendorong adopsi teknologi dan pengembangan ekosistem AI di Indonesia.

Pemprov Jatim meraih dua penghargaan. Yang pertama dalam kategori The Innov(AI)tor di mana Pemprov Jatim menjadi Best Policymaker Instansi Award. Penghargaan selanjutnya di kategori The Catal(AI)st. Di mana Dinas Komunikasi dan Informartika Provinsi Jawa Timur meraih Ecosystem Builders Instansi Award.

Gubernur Jawa Timur Khofifah menyatakan komitmen pemprov menerapkan sistem pemerintah yang transparan berbasis digital dengan dukungan Artificial Intelligence (AI). “Bagaimana seluruh proses pemerintahan di Jawa Timur harus sudah menggunakan teknologi digital . Di era disrupsi ini, kita semua harus benar-benar jeli dalam memanfaatkan teknologi AI,” kata Khofifah, Jumat (12/6).

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim senantiasa berkomitmen menggunakan AI untuk membantu memberikan informasi yang akurat ke masyarakat.  “AI transformation tidak cukup hanya dimulai dari pengenalan tools. Yang lebih penting adalah bagaimana manusia, organisasi, dan ekosistemnya siap menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah nyata,” jelas Khofifah.

Khofifah membeberkan sejumlah langkah yang dilakukan Pemprov Jatim dengan mengkolaborasikan sistem AI. Salah satunya melalui program Cerdas Digital. Pemprov Jatim menyelenggarakan program ini bekerja sama dengan BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI, AI Center Universitas Brawijaya, Binar-Microsoft, Google, AWS.

Selain itu, Pemprov Jatim turut menggelar Pelatihan Teknik Prompt Engineering Efektif dalam Pemanfaatan Generative AI untuk Analisis Data. Di mana program ini menyasar 2.574 orang non IT (masyarakat atau aparatur yang tidak menangani TI). Materinya meliputi Teknik Prompt Engineering, Metode analisis data, Keamanan dan etika penggunaan AI.

Pemprov Jatim juga menerapkan Agentic AI untuk Sistem Otomasi Berbasis LLM (Large Language Model) dengan menyasar 433 orang di bidang Staf IT, Analis Sistem, Tenaga Fungsional Administratif Tingkat Lanjut. Meterinya meliputi Pengenalan konsep Agentic AI, Penyusunan alur kerja otomatis, dan Agen AI berbasis LLM.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria yang menjadi keynote speech bertajuk AI for Everyone dalam acara Garuda AI Impact Summit 2026 menegaskan Artificial Intelligence harus menjadi teknologi yang dapat diakses, dipahami, dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“AI tidak boleh hanya dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang memiliki akses dan kemampuan teknologi. Manfaat AI harus dapat dirasakan oleh pelajar, guru, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat umum di seluruh Nusantara,” ujar Nezar.(dan)

Related posts

Travel Perjalanan di Ngagel Dadi Diduga Tipu Ratusan Orang

Rizki

Dr Iwan Zunaih : “Program Smart TV Bisa Memperkuat Kembali Kualitas dalam Pembelajaran”

neodemokrasi

Ketua Komisi A :”Tulungagung Siap Dukung Pelaksanaan Pemilu/Pilkada 2024”

neodemokrasi