Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Personel Damkar Dibekali Teknik Penyelamatan

Pelatihan Pemadam Kebakaran atau Firefighter (FF) Level 2 yang diikuti 50 personel terpilih Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya terus memperkuat kapasitas personel pemadam kebakaran dengan menyiapkan pemimpin-pemimpin lapangan yang memiliki kompetensi dan sertifikasi profesional. Upaya itu diwujudkan melalui Pelatihan Pemadam Kebakaran atau Firefighter (FF) Level 2 yang diikuti 50 personel terpilih dari berbagai rayon, unit rescue, serta bidang operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya.

Berbeda dengan pelatihan dasar, FF2 diperuntukkan bagi personel yang telah mengantongi sertifikasi Firefighter Level 1 (FF1), terutama komandan regu (Danru) dan komandan tim (Danton) yang menjadi ujung tombak penanganan kebakaran maupun berbagai kondisi kedaruratan di lapangan.

Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme petugas sekaligus memastikan setiap pemimpin lapangan memiliki standar kompetensi yang terukur.

“Komandan di lapangan tidak cukup hanya memiliki pengalaman dan keterampilan, tetapi juga harus memiliki sertifikasi kompetensi. Dengan begitu, mereka memiliki bekal yang lebih kuat dalam mengambil keputusan saat menghadapi situasi darurat,” kata Laksita Rini, Kamis (11/6).

Materi yang diberikan dalam pelatihan mencakup strategi dan taktik pemadaman kebakaran, teori perilaku api, teknik pengendalian asap dan panas di bangunan terbakar, pencarian serta penyelamatan korban, hingga prosedur penanganan korban pada situasi darurat. Peserta juga mendapatkan pembekalan Medical First Responder (MFR) bekerja sama dengan RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya.

Melalui penguatan kompetensi secara berkelanjutan, DPKP Surabaya berharap kualitas pelayanan darurat semakin meningkat, sekaligus mendukung target waktu tanggap sekitar 6,5 menit.  “Dengan personel yang lebih profesional dan terlatih, risiko korban jiwa maupun kerugian akibat kebakaran dan bencana diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembinaan Aparatur dan Pemberdayaan Masyarakat DPKP Surabaya Widagdo Endang Suroso menjelaskan, pelatihan berlangsung selama dua pekan dengan kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan.

Pada pekan pertama, peserta mengikuti pendidikan teori di Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prigen, Kabupaten Pasuruan. Materi yang diberikan merupakan pengembangan dari kompetensi dasar FF1, termasuk land rescue dan teknik pencarian korban di ruang terbatas.

Selanjutnya, pada pekan kedua peserta menjalani simulasi intensif di fasilitas pelatihan DPKP Surabaya. Mereka berlatih menghadapi kondisi kebakaran yang menyerupai situasi sebenarnya melalui fire simulator, melakukan pencarian korban dalam kondisi minim visibilitas, penyelamatan di ketinggian, hingga operasi evakuasi di perairan.

“Peserta dibagi menjadi beberapa tim seperti yakni tim penyerang (attack team), tim pendukung (support team), dan tim penyelamat (rescue team) agar mereka memahami pola kerja yang sesungguhnya ketika menghadapi kejadian di lapangan. Jadi bukan hanya kemampuan individu yang diasah, tetapi juga koordinasi antarunit,” ujar Widagdo.(dan)

Related posts

Peugeot 2008 Masuk Top 5 Mobil Terlaris Eropa 2021

Rizki

Survei LPS, Indeks Menabung Konsumen Alami Pelemahan

Rizki

Polrestabes Surabaya Gerebek Praktik Prostitusi Wanita Angel

Rizki