
Surabaya,NEODEMOKRASI.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yayasan Palapa Nusantara (Yapan) Surabaya resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) Bali. Kerja sama ini dilakukan melalui penandatanganan tiga dokumen perjanjian sekaligus. Yakni Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA). Penandatanganan dilaksanakan pada Jumat (5/6), di Ruang Rapat Gedung Rektorat IPBI Bali, Denpasar.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua STIE Yapan Surabaya Gogi Kurniawan bersama Rektor IPBI Bali I Made Sudjana. Sementara itu, penandatanganan MoA dilakukan oleh ketua STIE Yapan bersama dekan Fakultas Pariwisata dan Bisnis dan penandatanganan IA oleh ketua Program Studi Manajemen bersama ketua Program Studi Bisnis Digital
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua institusi. Dari STIE Yapan Surabaya hadir pengurus yayasan, wakil ketua II dan III, unsur LPPM, unsur program studi, serta kepala bagian. Dari pihak IPBI Bali, hadir rektor, wakil rektor IV, dekan Fakultas Pariwisata dan Bisnis, unsur LPPM, kepala Lembaga Inkubator Bisnis Akademik, Program Studi Bisnis Digital, serta kepala bagian terkait.
Dalam sambutannya Gogi Kurniawan menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya STIE Yapan memperkuat kapasitas kelembagaan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidangnya.
Ia menyebut IPBI Bali sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman dan inovasi relevan untuk dijadikan referensi pengembangan institusi. “Melalui kerja sama ini kami berharap dapat membangun sinergi yang saling menguatkan dan menghasilkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Rektor IPBI Bali I Made Sudjana menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak dapat dicapai secara individual, melainkan membutuhkan kolaborasi dan jejaring antar institusi yang kuat. Ia mengutip falsafah Bali Tan Hana Wong Sakti Sinunggal yang mengandung makna tidak ada orang yang sakti sendirian.
Falsafah Bali ini mengajarkan nilai mendalam tentang kerendahan hati dan ketergantungan antarmanusia, mengingatkan bahwa kehebatan atau kesuksesan tidak pernah lepas dari peran orang lain dan alam semesta sebagai landasan filosofis kerja sama tersebut. “Kami percaya bahwa ketika institusi saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, maka kualitas pendidikan tinggi akan semakin berkembang,” katanya.
Dalam sesi diskusi yang dipandu Wakil Rektor IV IPBI Bali Ni Made Ayu Sulasmini, Wakil Ketua III STIE Yapan Miftahul Jannah memaparkan tiga fokus utama benchmarking yang menjadi inti kerja sama. Ketiga fokus tersebut mencakup pengelolaan Program Studi Bisnis Digital, tata kelola dan pengembangan jurnal ilmiah, serta pengelolaan inkubator bisnis sebagai wahana pengembangan kewirausahaan mahasiswa.(dan)
