
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam peluncuran program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) se-Jawa Timur, Minggu (3/5). Program ini menargetkan renovasi sebanyak 33.000 unit rumah tidak layak huni pada tahun 2026.
Kegiatan yang digelar di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya tersebut turut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta anggota DPR Bambang Haryo Soekartono.
Peluncuran tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendorong penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas peningkatan signifikan program BSPS di Jawa Timur. Dari sekitar 2.914 unit pada tahun 2025, jumlahnya melonjak lebih dari sepuluh kali lipat menjadi 33.000 unit pada tahun 2026.
“Program BSPS ini sangat strategis karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, yaitu hunian yang layak. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan kualitas hidup, tetapi juga berkontribusi pada penurunan kemiskinan,” tegas Khofifah.
Menurutnya, rumah layak huni menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan produktivitas keluarga.
Dalam kesempatan itu, Menteri Maruarar mengungkapkan bahwa jumlah program BSPS di Jawa Timur mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 hanya sekitar 2.914 unit rumah, pada 2026 meningkat menjadi 33.000 unit.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian layak, tetapi juga terintegrasi dengan penguatan ekonomi masyarakat. Pemerintah mengombinasikan BSPS dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan serta pembiayaan melalui program PNM Mekaar yang menyasar perempuan pelaku usaha. “Tujuannya agar keluarga penerima tidak hanya memiliki rumah yang layak, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pembangunan 33.000 unit rumah tersebut diperkirakan mampu menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja. Termasuk dari sektor konstruksi, transportasi, hingga industri bahan bangunan.
Sementara itu, Bambang Haryo Soekartono menyebutkan, dari total 33.000 penerima BSPS di Jawa Timur, sekitar 1.252 kepala keluarga berasal dari Kota Surabaya. Hingga awal Mei 2026, sekitar 600 di antaranya telah terverifikasi.
Sebelumnya, Gubernur Khofifah mendampingi Menteri PKP Maruarar dalam peninjauan rumah calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jalan Endrosono VIII, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.(dan)
