Neo-Demokrasi
Headline Kesra Politik Pemerintahan

Eri Cahyadi Puji Kemandirian Kampung Pancasila Banjarsugihan

Wali Kota Eri Cahyadi berdialog dengan warga Banjarsugihan.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, kembali menegaskan komitmennya untuk membangun kota bukan sekadar dari infrastruktur fisik, melainkan dari kekuatan karakter budaya “Arek” dan gotong royong. Hal ini disampaikan dalam kunjungannya untuk berdiskusi bersama warga dalam program Kampung Pancasila di Balai RW 05 RT 01, Kelurahan Banjarsugihan, Minggu (3/5) malam.

Dalam kunjungan tersebut, Eri mengungkapkan rasa bangganya terhadap progres Kampung Pancasila di wilayah tersebut. Menurutnya, kekompakan warga RW 05 Banjarsugihan telah mematahkan stigma bahwa Surabaya adalah kota yang kapitalis dan individualis.

“Kota ini dibangun bukan hanya karena paving atau menyelesaikan banjir, tapi bagaimana karakter gotong royong itu muncul. Di sini, saya melihat Pancasila tidak hanya diucapkan, tapi dijalankan. Warga bergerak membantu yang tidak mampu, keamanan dijaga sendiri. Bahkan pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri,” ujarnya.

Salah satu poin yang mencuri perhatian adalah transformasi lahan sampah menjadi tempat wisata bernuansa Jepang yang kini mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak pandemi Covid-19. Tak berhenti di situ, warga RW 05 juga berencana mengolah sampah organik menjadi pelet pakan ternak.

Eri langsung merespon rencana tersebut dengan memberikan dukungan penuh. Ia menantang warga dan pengurus RW untuk segera merealisasikan alat pengolah pelet tersebut. “Pemerintah akan support apa yang dibutuhkan, sehingga nantinya bisa menjadi kampung yang mandiri,” imbuhnya.

Selain itu, Eri juga memberikan porsi khusus bagi anak muda (Gen-Z) di Banjarsugihan. Ia meminta anggaran dana operasional pemuda dimanfaatkan untuk modal usaha produktif, bukan sekadar untuk kegiatan seremonial atau honor. Ia mendorong anak muda untuk menjadi distributor kebutuhan pokok di kampungnya sendiri.

“Saya ingin membuktikan bahwa Surabaya punya orang-orang hebat. Jika ada yang bilang membangun kampung itu berat, lihatlah Banjarsugihan. Di sini tidak ada warga di Desil 1-5 (kemiskinan ekstrem) karena warganya saling peduli. Inilah Surabaya yang sesungguhnya,” tandasnya.

Menjawab tantangan Eri, Ketua Karang Taruna (Kartar) RW 05 Nawwar Rafiandi Putra mengungkapkan bahwa kelompok pemuda di wilayahnya sangat antusias terhadap dukungan program pemerintah yang fokus pada pemberdayaan anak muda atau Gen-Z.

Program unggulan pertama yang akan digerakkan kembali adalah pertanian melon premium. Nawwar bercerita bahwa sebelumnya mereka telah memiliki greenhouse dan sempat merasakan hasil panen. Namun, tantangan muncul saat serangan hama menggagalkan siklus tanam berikutnya, sehingga lahan sempat dialihkan untuk tanaman cabai.

“Dengan adanya dukungan dari Pak Wali Kota, kami sangat excited. Kami akan menyusun dan mengajukan kembali proposal untuk bertani melon secara lebih profesional. Kami ingin membuktikan bahwa anak muda Surabaya bisa bertani dengan teknologi yang tepat,” ujar Nawwar.

Selain melon, Karang Taruna RW 05 juga membidik sektor peternakan, yakni ayam petelur. Pemilihan program ini didasari atas analisis kebutuhan pasar lokal di Surabaya yang sangat tinggi terhadap telur sebagai sumber protein murah dan mudah didapat.(dan)

Related posts

Jatim Peroleh Penghargaan Wahana Tata Negara Wiratama 2024

Rizki

Penyelundupan 153 Ribu Pil Koplo Digagalkan

Rizki

Gudang Limbah B3 Terbakar, Seorang Petugas PMK Terluka

Rizki