Neo-Demokrasi
Headline Kesra Politik Pemerintahan

Tegaskan Semangat Transformasi Digital dalam Peringatan Harkitnas

Wawali Armuji saat memimpin Upacara Harkitnas ke-118 di Taman Surya.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Taman Surya, halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (20/5).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Armuji yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Surabaya serta seluruh aparatur sipil negara (ASN).

Membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Wawali Armuji mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali merefleksikan momentum fundamental berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Ia menekankan bahwa semangat tersebut merupakan tonggak sejarah peralihan perjuangan bangsa.

“Peristiwa tersebut adalah fajar menyingsing bagi kesadaran bangsa, di mana kaum terpelajar mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui status kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan. Perlawanan fisik mulai dikonfirmasikan menjadi perjuangan diplomasi,” ujar Wawali Armuji.

Armuji mengatakan bahwa kebangkitan nasional adalah proses untuk terus menyesuaikan diri tanpa harus kehilangan jati diri bangsa. Kebangkitan berarti keberanian melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan.

Memasuki tahun 2026, Wawali Armuji menyebutkan bahwa tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju ketahanan informasi dan transformasi digital.

Di bawah kepemimpinan nasional, visi kemanusiaan tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Ia mencontohkan peraturan pemerintah untuk melindungi generasi muda melalui PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Ekonomi dalam Perlindungan Anak.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah pemerintah untuk menunda akses media sosial yang beresiko tinggi bagi anak di bawah usia 16 tahun. “Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembang mereka,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Wawali Armuji mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk kembali menyalakan api semangat Budi Utomo demi mewujudkan delapan misi besar bangsa yang menjadi kompas utama pembangunan.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat soliditas sosial, mengembangkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan senantiasa terorientasi pada kemajuan bersama. Kebangkitan Nasional adalah milik kita semuanya. Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Jaga tunas bangsa demi kedaulatan negara,” pungkasnya. (dan)

Related posts

Polresta Sidoarjo Gelar Operasi Yustisi ke Kafe dan Warkop

Rizki

57.325 Pekerja Terima BSU di Kabupaten Mojokerto

neodemokrasi

Operasi Pekat akan Digelar, Menyasar Premanisme dan Perjudian

Rizki