
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya menggelar wisuda untuk anak dan orang tua yang sudah menyelesaikan Kelas Remaja dan Orang Tua Tangguh, Kreatif dan Mandiri (Kemangi) lulusan 2025. Acara ini bertempat di Convention Hall Arief Rahman Hakim, Kamis (7/5).
Program ini merupakan langkah preventif Pemkot Surabaya untuk menghindarkan remaja dari perilaku menyimpang seperti tawuran dan geng motor melalui pendekatan peran orang tua dan komunikasi keluarga.
Pada angkatan pertama ini, Pemkot Surabaya melakukan wisuda terhadap 824 orang yang terdiri dari orang tua dan anak dari 31 kecamatan di Kota Pahlawan. Mereka yang dinyatakan lulus sudah melakukan sedikitnya tujuh kali pertemuan intensif pada 2025.
Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan bahwa orang tua yang berhasil adalah mereka yang mampu mengantarkan anaknya menjadi seseorang lebih baik. Oleh karena itu, penting melakukan penguatan terhadap posisi orang tua sebagai tempat curhat utama bagi anak remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
“Jangan biarkan anak-anak remaja ini bertanya pada orang yang tidak tepat. Orang tua harus memberikan peluang dan ruang bagi anak untuk bicara. Kalau orang tuanya tidak komunikatif, anak akan takut untuk melapor atau bercerita,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi.
Selain itu, Wali Kota Eri Cahyadi juga berbagi kisahnya saat masih menjadi staf pegawai negeri. Meski sibuk dan sering pulang Subuh, ia tetap menjaga kedekatan dengan anak-anaknya. Salah satu cara unik yang ia lakukan adalah membonceng istri dan kedua anaknya menggunakan sepeda motor untuk sekadar berkeliling.
“Kenapa naik motor? Agar ada kedekatan. Sekarang anak perempuan saya sudah kuliah semester 6, tapi tidak malu untuk bercerita. Itu karena komunikasi tidak pernah putus. Anak perempuan butuh perlindungan sosok laki-laki, dan itu harus datang dari ayahnya sendiri,” tambahnya.
Eri menargetkan bahwa program Sekolah Kemangi dalam jangka panjang dapat menjangkau seluruh orang tua dan anak muda di semua RW se-Kota Surabaya. Fokus utama diberikan kepada keluarga yang memiliki anak usia remaja, mengingat kerentanan terjadinya jarak komunikasi antara anak dan orang tua pada fase tersebut.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani dalam laporannya mengatakan, program Kemangi merupakan kelanjutan dari Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). Jika SOTH menyasar orang tua balita, Kemangi difokuskan pada orang tua dengan anak usia remaja atau Gen Z yang sedang dalam fase pencarian jati diri.(dan)
