Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Remaja Jadi Garda Terdepan Pencegahan Anemia untuk Tekan Risiko Stunting

Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Malang bersama Puskesmas Purwosari menginisiasi Program CERIA (Cegah Remaja Anemia).

Malang, NEODEMOKRASI.COM – Stunting masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Salah satu faktor risikonya adalah anemia pada remaja putri.

Jika tidak ditangani sejak dini, anemia yang dialami remaja berpotensi terbawa hingga masa kehamilan, memicu komplikasi seperti persalinan prematur, dan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Kondisi ini semakin memperbesar kemungkinan terjadinya stunting pada anak.

Melihat urgensi tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Kementeriaan Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Malang bersama Puskesmas Purwosari menginisiasi Program CERIA (Cegah Remaja Anemia).

Program ini dirancang agar remaja tidak hanya mendapat edukasi tentang anemia, tetapi juga mampu melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan fisik dan pengecekan kadar Hemoglobin (Hb).

“Edukasi anemia di sekolah masih jarang dilakukan, meski pemberian tablet tambah darah (TTD) sudah berjalan secara rutin melalui program puskesmas,” ujar salah satu tenaga kesehatan Puskesmas Purwosari.

Program CERIA diikuti peserta remaja putra dan putri.

Program CERIA ini dihadiri peserta 40 remaja putra dan putri. Mereka dibekali materi edukasi anemia, pelatihan pemeriksaan gejala fisik anemia, praktik pemeriksaan Hb acak, hingga pembentukan kader CERIA. Mereka nantinya akan berperan aktif di lingkungan sekolah.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan. Sebelum edukasi, 68% peserta memiliki pengetahuan yang tergolong rendah. Setelah pelatihan, 93% peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik. Hal serupa terlihat pada keterampilan: hanya 55% yang memiliki keterampilan cukup sebelum program, namun melonjak menjadi 95% setelah mengikuti pelatihan.

“Peningkatan ini membuktikan bahwa edukasi dan pelatihan sederhana dapat membuat remaja lebih peduli serta terampil dalam mendeteksi anemia,” jelas Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Dr. Nurul Pujiastuti, S.Kep, Ns, M.Kes.

Ke depan, para kader CERIA diharapkan mampu mendorong teman-temannya untuk lebih taat mengonsumsi TTD, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, dan menjadi agen perubahan dalam mencegah anemia di sekolah. Dengan langkah ini, upaya menurunkan angka stunting dapat dimulai dari bangku sekolah.(dan)

Related posts

Mayat Korban Mutilasi Mendadak Dipulangkan

Rizki

Mendag: Kita Jaga Momentum Pertumbuhan Ekspor dan Kendalikan Inflasi

Rizki

Wagub Jatim Tinjau Mosipena di Kantor BPBD Jatim

Rizki