
Sidoarjo, NEODEMOKRASI.COM – Advokat muda Descha Govindha resmi membuka kantor barunya di kawasan Perumahan Surya Residence, Tropodo, Waru, Kabupaten Sidoarjo. Misi utamanya memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat yang kurang mampu. Meski juga menangani klien berbayar, Descha menegaskan bahwa banyak kasus yang ia tangani secara cuma-Cuma. Mulai dari tahap kepolisian hingga persidangan.
“Saya sudah hampir lima tahun berkecimpung di dunia hukum. Tujuan saya di sini sebenarnya lebih banyak membantu masyarakat yang nggak mampu, terutama di wilayah Waru,” ujar Descha Govindha, Jumat (15/8).
Pria lulusan sarjana hukum di Surabaya ini menuturkan, ia menangani berbagai perkara, baik pidana umum, pidana khusus, maupun perdata. Sejumlah kasus besar pun pernah ia selesaikan. Termasuk membebaskan seorang direktur perusahaan di Kutai Barat, Kalimantan Timur, yang dituduh melakukan penggelapan dana terkait kasus illegal logging.
“Kasus itu paling berkesan. Beliau ditahan hampir lima bulan, sidang tiga kali seminggu, jarak tempuh 12 jam dari bandara ke lokasi sidang. Tapi akhirnya diputus bebas oleh majelis hakim,” Terang Descha.
Selain itu, Descha juga pernah menghadapi situasi berisiko tinggi, seperti eksekusi lahan di Madura yang sempat menegangkan. “Saya pernah sampai diancam. Tapi akhirnya bisa saya redam dengan komunikasi baik. Bahkan menggunakan bahasa daerah,” ujarnya.
Bagi Descha, prinsip utama dalam profesi advokat bukan hanya soal bayaran, melainkan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan bantuan hukum. “Kalau masyarakat nggak mampu, saya nol biaya. Dari pendampingan awal sampai putusan, semuanya gratis. Sejak saya mulai karier pada 2019, itu sudah menjadi komitmen saya,” tegasnya.
Perjalanan kariernya juga diwarnai kasus-kasus yang menyentuh hati. Salah satunya membela seorang pemuda yang dijebak kasus narkoba oleh ayah kandungnya sendiri. “Tega sekali. Tapi akhirnya bisa terbukti tidak bersalah dan dibebaskan,” jelasnya.
Descha yang kini bernaung di bawah Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Surabaya berharap semakin banyak advokat bersatu untuk membantu masyarakat kurang mampu. “Seperti pesan Pak Otto Hasibuan, kalau kita bisa bantu rakyat miskin, kenapa tidak? Rezeki bisa datang dari arah yang tak disangka-sangka,” ujarnya.
Dengan tim yang beranggotakan delapan orang, Descha optimistis kantornya dapat menjadi tempat yang memberikan harapan baru bagi masyarakat yang terjerat masalah hukum namun terkendala biaya.(dan)
