
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam menjaga iklim investasi yang aman, kondusif, dan transparan di Kota Pahlawan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas kota sebagai fondasi pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan investasi.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Pemkot Surabaya juga mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas Kota Pahlawan.
Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan rapat koordinasi bersama organisasi kemasyarakatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya pada Selasa (28/7). Rapat yang dipimpin Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya Tundjung Iswandaru tersebut, diikuti sekitar 30 perwakilan ormas dan LSM di Kota Pahlawan.
Dalam forum tersebut, Bakesbangpol menekankan bahwa menjaga kondusivitas kota merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, aparat keamanan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar Surabaya tetap menjadi kota yang aman, nyaman, serta memiliki iklim investasi yang sehat.
Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kota sekaligus mengantisipasi berbagai dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat. “Jangan sampai ada hal-hal yang dapat memecah belah di antara kita semua. Jangan sampai ada tindakan-tindakan anarkis di antara elemen bangsa ini yang tidak diharapkan,” ujar Tundjung dalam sambutannya.
Karena itu, Tundjung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dalam menjaga keamanan Surabaya. Menurutnya, masyarakat pada dasarnya menginginkan suasana yang damai dan tidak ingin terlibat dalam berbagai konflik yang dapat mengganggu kehidupan sosial.
“Jadi mari kita saling tolong-menolong, saling bantu-membantu dalam menjaga keamanan di Kota Surabaya. Tadi (dari pihak kepolisian) disampaikan bahwa semestinya masyarakat pun sudah lelah, sudah capek, mereka tidak mau ikut-ikutan dalam masalah,” katanya.
Tundjung menuturkan bahwa masyarakat saat ini lebih memilih menjaga lingkungan tempat tinggal dan melindungi warganya dari dampak berbagai potensi keributan. “Sehingga mereka cenderung melindungi rumah dan kampungnya, melindungi warganya dari dampak-dampak yang terjadi akibat dari keributan-keributan yang ada,” imbuhnya.(dan)
