Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Inovasi Teknologi Fermentasi dan Nano Ekstrak Meniran Dorong Produktivitas Bebek Petelur di Desa Kebonsari

Para dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan (PKH) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) bersama Kelompok Ternak Bebek Sumber Pangan dan BUMDes Trampil Sejahtera, Desa Kebonsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Sidoarjo, NEODEMOKRASI.COM – Pengabdian kepada masyarakat dengan program transformasi teknologi inovatif sukses digelar di Desa Kebonsari. Desa ini dikenal sebagai sentra peternakan bebek petelur.

Program ini memanfaatkan teknologi fermentasi pakan berbahan baku lokal dan nano ekstrak meniran. Hal ini guna meningkatkan produktivitas dan kesehatan bebek petelur, sekaligus mendorong kemandirian peternak lokal.

Dipandu oleh para dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan (PKH) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), program ini melibatkan Kelompok Ternak Bebek Sumber Pangan dan BUMDes Trampil Sejahtera sebagai mitra utama.

Para peternak yang rata-rata memelihara 500-1.500 ekor bebek menghadapi tantangan rendahnya produksi telur, tingginya keretakan telur, serta efisiensi pakan yang kurang optimal. Selain itu, tingginya biaya pakan pabrik dan pemasaran telur secara konvensional menjadi kendala dalam meningkatkan margin keuntungan. Program inovasi ini mengenalkan teknologi fermentasi pakan yang menggunakan limbah lokal.

Prof. Dr. Ir. Sri Hidanah, MS, memaparkan cara mengubah limbah lokal. Seperti kepala udang, kulit kupang, hingga sisa makanan menjadi pakan ternak yang kaya protein dan Omega-3. Dengan tambahan ekstrak nano meniran, bebek petelur bisa berkembang lebih produktif.

Inovasi pakan fermentasi ini juga diharapkan bisa diaplikasikan di Kampung Bebek Kebonsari sebagai teknologi pakan yang akan meningkatkan kualitas telur bebek. Penerapan teknologi ini terbukti mampu meningkatkan Hen-Day Production (HDP) dari 72 persen menjadi 80 persen, menurunkan Feed Conversion Ratio (FCR) dari 3.2 menjadi 2.9, serta mengurangi tingkat keretakan telur di bawah 5 persen. Selain itu, teknologi ini juga menekan mortalitas ternak, sehingga memperbaiki kesejahteraan peternak.

Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M.Kes., memaparkan program transformasi teknologi berkelanjutan yang menuntut komitmen kuat dari peternak. Tim dari Universitas Airlangga memperkenalkan bantuan alat mesin pellet berkapasitas besar, pendampingan pembuatan pakan fermentasi, serta pemberian probiotik dan ekstrak nano meniran.

Kelompok Ternak Bebek Sumber Pangan mendapat dukungan berupa mesin pellet pakan berkapasitas 500 kg per hari, yang menggantikan proses manual yang sebelumnya terbatas. Pelatihan teknis, manajemen produksi, dan pemasaran digital juga diberikan untuk memperkuat kapasitas produksi dan nilai tambah produk pakan fermentasi.

Program yang dilakukan secara bertahap ini diharapkan menjadikan peternak di Desa Kebonsari sebagai produsen pakan mandiri dan memperkuat posisi desa sebagai penghasil bebek petelur unggulan di Kabupaten Sidoarjo.

Upaya ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan produksi pangan, dan pertumbuhan ekonomi yang layak di tingkat desa. Kepala Desa Kebonsari menyambut baik program ini sebagai solusi nyata peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Terima kasih juga diberikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah men-support Program Transformasi Teknologi Inovasi, Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan Universitas Airlangga, Kelompok Ternak Bebek Sumber Pangan, dan BUMDes Trampil Sejahtera Desa Kebonsari Candi, Sidoarjo.(dan)

Penulis: Emy Koestanti Sabdoningrum

Related posts

Seorang ASN Sidoarjo Turut Ditangkap gegara Ikut Pesta Gay Massal

Rizki

Riset Baru Entrust Identifikasi Amankan Ruang Kerja Hybrid

Rizki

La Boutique, Hasil Kolaborasi Peugeot dan Samsonite

Rizki