Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

H Warih Andono SE Berharap Bupati Segera Keluarkan Perbup untuk Eksistensi Pengrajin Topi Punggul, Sidoarjo

H Warih Andono SE, Wakil Ketua  DPRD Kabupaten Sidoarjo

Sidoarjo. NEO DEMOKRASI. COM–Pengrajin topi dan seragam sekolah serta alat alat sekolah di Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur,, saat ini semakin menunjukkan geliat perkembangan semakin positif. Selain jumlah pengrajin yang terus bertambah, produksi yang konsisten,  omset penjualan yang terus menunjukkann  pertumbuhan signifikan. Juga konsumen  yang terus berkembang secara nasional. Bukan hanya didominasi dari masyarakat Sidoarjo dan Surabaya sendiri , namun sudah ke kota kota lain secara nasional. Ini berita yang sangat menggembirakan.

Hal ini menarik perhatian wakil Ketua DPRD Sidoarjo H Warih Andono, pihaknya mengatakan pemerintah perlu memberikan perhatian khusus kepada para pengrajin topi ini agar mereka bisa berkembnag lebih pesat lagi, tidak hanya menjelang tahun ajaran baru 2026. Perhatian serius perlu diberikan  selain mendukung para pelaku UMKM Topi ini juga sebagai apresiasi terhadap   pengrajin yang telah mengangkat produk asli Sidoarjo ke ranah nasional.

“Pemerintah perlu memberikan porsi perhatian khusus kepada para pengrajin guna mendukung kberelangsungan usaha mereka supaya makin meningkat.  Produk semakin bagus dan berkembang serta mampu menjangkau konsumen lebih luas lagi  ” ujar politisi Golkar itu.

Seperti lazimnya, omset topi dan seragam seklah ini akan  meningkat tajam saat memasuki tahun ajaran baru, selepas itu penjualan melandai. Warih berharap pengrajin Punggul juga terus berupaya dan berinovasi untuk meningkatkan produk topinya agar mampu menjangkau  pangsa pasar yang lebih  beraagam dan dari berbagai wilayah baru.

Menelisih lebih jauh, Kampung Punggul yang dikenal sebagai “Kampung Topi” inisebenarnya sudah mulai menunjukkan geliat sejak tiga tahun. Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sudah terbiasa  selalu memproduksi topi dan seragam sejak akhir tahun lalu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

“Pesanan membludak, lebih banyak dari biasanya, hampir 90 persen peningkatannya. Kalau biasanya 40-50 persen, sekarang melonjak drastis. Sekali pesan bisa 500 sampai 600 biji topi. Hari biasa paling 200-300 biji,” ujar Yunita, pengelola  produk topi berlabel Master Konveksi.

Saat ini pesanan membanjir tidak hanya di Pulau Jawa, pesanan juga datang dari berbagai kota dari luar pulau seperti, Sumatra, Kalimantan,  NTB, Balikpapan, hingga Papua. Pengrajin Punggul juga berhasil memproduksi topi hingga ribuan untuk melayani pesanan mereka. Sekali pesanan bisa datang di atas 10 ribu topi. Biasanya pembeli memborong dalam jumlah besar untuk melayani kebutuhan topi, dasi atau seragam dari sekolah lainnya.

Perkembangan UMKM pengrajin juga menunjukkan progres yang cukup baik. Karena besarnya jumlah pesanan yang datang, rata rata pengrajin topi sudah mempekerjakan karyawan semakin banyak.

” Ini kan progres positif karena mereka juga menyerap tenaga kerja, otomatis mengurangi jumlah pengangguran di Sidoarjo, dan membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan-persoalan ketenaga kerjaan si wilayah itu” tambah Warih.

” Kita bisa lihat ada pengrajin topi yang mempekerjakan 30-40 karyawan. Ini kan sangat baik, meskipun merekrut pekerja dari lingkungan desa Punggul sendiri, tapi efeknya, daerah itu bebas pengangguran kan?”jelasnya.

Untuk itu, Warih berharap Bupati Subandi segera menerbitkan Perbup untuk mendukung konsistensi dan keberlangsungan  perkembangan pengrajin topi tersebut. Agar iklim industri topi ini semakin meningkat di masa depan.

” Ya misalnya ada MOU atau membuat nota kesepahaman, bahwa sekolah sekolah di kawasan Sidoarjo harus membeli kebutuhan produk topinya di Punggul, dengan begitu eksistensi usaha mereka kan terjaga aman dan akan terus berlanjut” kata Warih

Sementara itu, Kepala Desa Punggul, Fatkhur Rohman menyampaikan, tahun ini lonjakan permintaan benar-benar terasa. Tercatat ada sekitar 120-130 pelaku UMKM yang bergerak di sektor produksi atribut sekolah di desanya.

“Pesanan dari luar pulau juga sangat banyak. Produksi meningkat hampir 2 sampai 3 kali lipat untuk tahun ajaran baru ini. Pemasaran online sangat membantu, jangkauan sampai Makassar, Papua, Kalimantan, bahkan ke pelosok daerah,” kata Fatkhur.

Menurutnya, para perajin sudah belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya dengan mulai menyiapkan produksi lebih awal. Banyak di antaranya yang sudah mulai produksi sejak November tahun lalu, agar saat puncak permintaan tiba tinggal melakukan pengiriman.

Kini, Desa Punggul kian kokoh sebagai salah satu sentra produksi atribut sekolah terbesar di Sidoarjo. Inovasi pemasaran digital dan konsistensi kualitas produksi menjadi kunci keberhasilan para pelaku UMKM di kampung ini.( nora)

Related posts

ARC Merilis Elektabilitas M Fawait Masih Tertinggi Selisih Tidak Terlalu Jauh dengan Hendy Siswanto.

neodemokrasi

Media Sosial Bank Jatim Raih Penghargaan Dalam Ajang 20th Infobank-MRI BSE Awards 2023

neodemokrasi

Warga Surabaya Diminta Cek Status NIK dan Data DTSEN

Rizki